Kak Seto dan Kenangan 'Hitam' dengan Bung Karno

Khairunnisa Adinda Kinanti - detikNews
Sabtu, 24 Jul 2021 06:44 WIB
Jakarta -

Presiden pertama Republik Indonesia Ir Sukarno punya kesan yang besar di mata Kak Seto. Menurut dia, Presiden Sukarno atau Bung Karno adalah tokoh nasional yang diidolakannya.

"Tokoh bangsa ini yang saya idolakan adalah Bung Karno. Jadi Bung Karno yang gagah, yang ganteng, tapi juga nasionalismenya tinggi. Cinta tanah air dan sebagainya. Nah, itu salah satu yang saya idolakan," tuturnya dalam program Sosok di detikcom.

Kak Seto sudah bertemu dengan semua presiden, mulai Bung Karno sampai Presiden Jokowi. Tapi hanya Bung Karno saja yang tidak memanggilnya dengan sebutan 'Kak'.

"Jadi, dari tujuh presiden itu, yang tidak memanggil 'kak' hanya satu, hanya Bung Karno. Setelah itu, Pak Harto, kemudian Pak Habibie, Ibu Mega, Gus Dur, sampai Pak Jokowi panggilnya 'kak' semua. Sampai mertua saya panggil 'kak' juga," kata Kak Seto.

Kak Seto bertemu dengan Bung Karno ketika dirinya masih kecil. Saat itu Kak Seto bertemu dengan Bung Karno di Klaten, Jawa Tengah.

"Jadi waktu umur sekitar 7 tahun, Bung Karno pernah datang ke Klaten karena eyang saya itu penemu padi unggul. Nah, beliau datang diperkenalkan lho, ini Seto, ini Kresno (saudara kembar Kak Seto)," jelas Kak Seto.

"Seto, kamu harusnya putih, kok kamu hitam?" kata Bung Karno kala itu seperti yang ditirukan Kak Seto.

Seto dalam bahasa Jawa artinya putih. Kak Seto pun menjawab pertanyaan Bung Karno saat itu dengan gaya polos anak-anak.

"Karena dari kecil sudah panas-panasan, jadi hitam semua, jadi ya sudah. Saya ingat kata-kata itu gitu," kenang Kak Seto.

Pada 28 Agustus 2021, Kak Seto akan genap berusia 70 tahun. Banyak orang yang mungkin merasa panggilan Kak Seto sepertinya kurang pas mengingat 'sahabat anak' ini sudah menjadi kakek-kakek.

Kak Seto pun berkelakar agar, saat usianya nanti 70 tahun, nama panggilannya diubah. Dari Kak Seto menjadi Kek Seto.

"Makanya saya bilang sama anak-anak, yuk kita usulin saja nanti umur ke-70 bulan depan jadi dari 'kak' tinggal ganti huruf hidupnya saja, jadi 'Kek Seto' gitu. Jadi tidak melalui 'Pak' lagi, jadi langsung lompat dari 'kak' langsung 'kek' gitu. Kalau dulu dipanggilnya kan 'KaSet', eh sekarang jadi 'KeSet'," katanya.

(gah/gah)