Demi Bikin Si Komo, Kak Seto Bedah Plastik Boneka Naga

Khairunnisa Adinda Kinanti - detikNews
Jumat, 23 Jul 2021 19:24 WIB
Jakarta -

Siapa yang pernah kena macet gara-gara si Komo lewat? Generasi 1990-an pasti tahu siapa sosok di balik boneka Komodo ini.

Seto Mulyadi (69) atau kerap disapa Kak Seto adalah sosok di balik boneka komodo ini. Kak Seto bercerita tentang kelahiran Si Komo yang berawal dari tawaran untuk membuat program di sebuah stasiun televisi swasta waktu itu.

"Tahun 1990 itu ada televisi baru muncul yaitu TPI yang dimiliki Mbak Tutut ya. Waktu itu nah salah satu stafnya waktu itu datang ke rumah terus datang langsung tanya "Kak Seto mau nggak mengasuh acara anak-anak di TPI ini televisi baru?," ujar Kak Seto dalam program Sosok di detikcom.

Setelah berpikir akhirnya Kak Seto memutuskan untuk membuat program cerita boneka. Bonekanya berasal dari koleksi pribadi anak Kak Seto yang masih bayi.

Tapi tahukah kamu, prototip Si Komo dibuat dari boneka naga loh. Boneka naga itu dipermak Kak Seto sehingga mirip dengan hewan komodo.

"Mula-mula ada telinganya tapi supaya ini saya jahit jadi telinganya masuk. Kemudian ini ada siripnya saya gunting nah lidahnya ini ditekuk nih jadi ini dijahit jadi ya sudah seperti komodo," cerita Kak Seto sembari menunjukkan boneka berwarna hijau putih yang pada zamannya sempat viral itu.

Boneka ini dibeli di San Fransisco ketika Kak Seto mengikuti undangan ke Amerika untuk promosi tour pada tahun 1989. Jika dihitung-hitung, umur boneka naga yang sekarang menjadi boneka komodo ini sudah 32 tahun.

Berkat Si Komo, Kak Seto semakin dikenal masyarakat. Tidak hanya anak-anak, banyak juga orang dewasa yang menyukai acara Si Komo karena lucu, mendidik, dan penuh pesan moral.

Tidak hanya membuat cerita, Kak Seto juga menciptakan lagu-lagu di dalam cerita boneka Si Komo. Liriknya sederhana dan mudah dihapal oleh anak-anak.

"Ya memang sejak saya memegang cerita boneka Si Komo itu selalu saya iringi dengan lagu-lagu baru. Nah itu yang kemudian mendorong saya untuk kreatif menciptakan lagu-lagu baru. Saya mencoba mengikuti ritmenya Pak Kasur sederhana ya tetapi supaya betul-betul mudah dihafal tapi intinya betul-betul bisa dicermati dan dijadikan panduan untuk perilaku anak-anak begitu," cerita Kak Seto.

(fuf/gah)