Dukung Pemberian Vaksin Booster ke Nakes, Waket MPR: Sudah Seharusnya

Erika Dyah - detikNews
Kamis, 22 Jul 2021 18:05 WIB
Wakil Ketua MPR Syarief Hasan
Foto: MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR Syarief Hasan mendukung prioritas pemberian vaksin jenis Moderna untuk vaksinasi tahap ke-3 (vaksin booster) bagi tenaga kesehatan (nakes). Menurutnya, pemberian vaksin booster sangat penting mengingat nakes merupakan garda terdepan dalam penanganan COVID-19 yang memiliki risiko terpapar sangat tinggi.

"Nakes adalah pahlawan dalam perang melawan pandemi ini. Jadi jika diberikan prioritas, memang sudah seharusnya seperti itu. Kita mengharapkan pelaksanaan vaksinasi ke-3 ini dilakukan secepat mungkin," ujar Syarief dalam keterangannya, Kamis (22/7/2021).

Sebagaimana diketahui, Situs Lapor COVID-19 mencatat, sejak awal pandemi sampai Rabu (21/7), total ada 1.459 nakes yang meninggal dengan rincian 545 jiwa di antaranya adalah dokter, 453 perawat, 235 bidan, 46 dokter gigi, serta 180 tenaga kesehatan lainnya.

Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat ini mengatakan hal tersebut menjadi keprihatinan bersama. Sebab, korban jiwa dari kalangan nakes masih ada meskipun nakes telah mendapatkan vaksinasi penuh.

Oleh karena itu, Syarief menilai diperlukan langkah afirmasi yang terukur untuk mencegah keterpaparan atau dampak mematikan dari pandemi ini.

"Setiap hari nakes berhubungan dengan pasien COVID, menangani dan merawat pasien tanpa kenal lelah. Jadi sangat beralasan jika tingkat keterpaparan nakes sangatlah tinggi. Hal inilah yang perlu diantisipasi, sebab jika sumber daya kesehatan terbatas, maka dampaknya pandemi ini akan sulit diprediksi. Jadi, prioritas untuk nakes sudah tepat. Kita sangat mendukung pemerintah dalam hal ini," terangnya.

Menteri Koperasi dan UKM di Era Presiden SBY ini pun menekankan pemerintah untuk terus melakukan kerja sama global terkait pengadaan stok vaksin. Menurutnya, sebagai episentrum baru penyebaran covid-19 di Asia dan dunia, pemerintah Indonesia harus melakukan gerak cepat dalam penyediaan fasilitas, bantuan, dan pembiayaan penanganan pandemi.

Ia menambahkan, Indonesia tidak bisa sendirian dalam menangani pandemi ini sehingga bantuan dunia internasional dibutuhkan. Selain itu, Syarief pun menjelaskan setelah nakes mendapatkan vaksin booster, langkah berikutnya adalah vaksin yang sama untuk publik terutama untuk petugas publik dan lansia.

"Selain nakes, kalangan yang juga berisiko tinggi adalah petugas publik dan lansia. Kita memahami keterbatasan pemerintah, jadi penentuan skala prioritas harus betul-betul didasarkan pada kondisi objektif, rasional, dan terukur," tutur Syarief.

Syarief menjelaskan dengan adanya pengetatan seperti PPKM Darurat atau PPKM berdasarkan level yang baru saja diterapkan, ada sektor-sektor tertentu yang tetap bekerja melayani kepentingan masyarakat luas.

"Jadi sudah sewajarnya pemberian vaksin booster ini didasarkan pada skala risiko. Pemerintah harus betul-betul presisi dalam hal ini," pungkasnya.

(ncm/ega)