Vaksinasi Booster Moderna untuk Nakes Dimulai, Guru Besar Disuntik Pertama

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 16 Jul 2021 18:32 WIB
Menurut peneliti, vaksin buatan Modern Inc dikabarkan mampu untuk menangkal COVID-19 varian Delta.
Ilustrasi (Getty Images)
Jakarta -

Penyuntikan vaksin booster untuk tenaga kesehatan menggunakan vaksin Moderna sudah dimulai. Vaksinasi pertama dilakukan pada para guru besar dan sejumlah dokter.

Vaksinasi booster pertama itu dilakukan di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, Jumat (16/7/2021). Sebanyak 50 guru besar FKUI dan sejumlah dokter mendapatkan vaksinasi di RS tersebut.

Pelaksanaan vaksinasi ini ditinjau langsung oleh Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dan Wakil Menteri Kesehatan dr Dante Saksono Harbuwono. Menkes Budi mengatakan yang divaksinasi pertama kali ini adalah para senior guru besar dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Dengan demikian, hal tersebut diharapkan dapat diikuti oleh tenaga kesehatan lainnya tanpa ragu.

"Harapan kami kalau para senior ini yakin untuk bisa menerima vaksin booster atau vaksin yang ketiga dengan Moderna ini, seharusnya para juniornya, murid-muridnya juga bisa mengikuti (divaksinasi) dengan segera," kata Budi seperti dikutip dari keterangan resmi di situs Kemenkes.

"Jadi harapan saya segera para nakes ini diberikan booster yang ketiga untuk bisa melindungi mereka sehingga mereka bisa bekerja dengan lebih tenang," sambungnya.

Vaksinasi untuk tenaga kesehatan lainnya dapat segera dilakukan. Pelaksanaan lebih mudah karena lokasi kerja mereka ada di fasilitas layanan kesehatan.

"Kebetulan nakes itu kan kerjanya di fasilitas kesehatan jadi relatif harusnya jauh lebih mudah. Saya lihat (vaksinasi) kemarin itu sekitar 7 minggu atau 8 minggu sudah bisa selesai 1,5 juta, saya harapkan kali ini bisa lebih cepat selesai karena kan hanya satu kali suntik," katanya.

Cerita Guru Besar FK UI soal Vaksin Booster

Salah satu guru besar FKUI, Prof Aman Pulungan, mengaku tidak merasakan efek apa pun setelah disuntik vaksin booster. Ia meyakini vaksinasi booster dengan vaksin Moderna ini dapat meningkatkan kekebalan imunitas tubuh.

"Saya sangat yakin dengan vaksin Moderna, (vaksinasi) yang pertama dan kedua itu dengan Sinovac platformnya inactivated virus, kalau ini pakai Moderna dengan platform berbeda. Jadi saya rasa ini yang paling baik," ucap Prof. Aman.

Vaksin Moderna menggunakan platform mRNA-1273 yang berisi gen pengkode protein antigen milik virus Corona jenis baru bernama Spike. Ia mengimbau seluruh tenaga kesehatan agar segera divaksinasi ketiga, apalagi untuk virus varian Delta ini dibutuhkan imunitas kuat, terutama saat menghadapi pasien positif COVID-19 secara langsung.

"Karena kita ini frontliner untuk nakes jadi kita tentu harusnya lebih terlindungi karena langsung berhadapan dengan pasien positif COVID-19. Jadi kalau saya sarankan seluruh nakes jangan ragu-ragu sesegera mungkin kalau ada kesempatan untuk dapat diimunisasi yang ketiga," katanya.

(imk/jbr)