Firli Bahuri Resmi Buka Diklat Bela Negara 18 Pegawai KPK Tak Lolos TWK

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Kamis, 22 Jul 2021 12:32 WIB
KPK
Sebagian pegawai KPK tak lulus TWK mengikuti diklat bela negara. (Foto: dok. KPK)
Jakarta -

Ketua KPK Firli Bahuri membuka secara resmi diklat bela negara dan wawasan kebangsaan pada 18 pegawainya yang tak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK). Diklat itu digelar di Universitas Pertahanan (Unhan), Bogor, Jawa Barat.

"Hari ini saya membuka secara resmi pendidikan dan latihan bela negara serta wawasan kebangsaan di Universitas Pertahanan, Sentul, Bogor, Jawa Barat," kata Firli melalui keterangan tertulisnya, Kamis (22/7/2021).

KPKFoto: dok. KPK

Firli mengatakan KPK mengapresiasi 18 pegawai yang bersedia mengikuti diklat tersebut. Diklat ini, kata Firli, akan menjadi kesediaan para pegawai untuk mengabdi kepada negara sesuai dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar.

"KPK mengapresiasi seluruh pegawai yang bersedia mengikuti diklat tersebut. Hari ini jadi hari besar dengan jiwa ksatria, di mana insan pegawai KPK bersedia mengabdi, cinta, dan setia untuk negara sesuai cita-cita yang termaktub dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar," kata Firli.

Selanjutnya, pada pembukaan diklat ini, Firli juga bertemu dengan Rektor Unhan Laksmadya TNI Prof Dr Ir Amarulla Octavian. Hal itu tidak menutup kemungkinan KPK akan bekerja sama dalam hal pendidikan pascasarjana.

"Bersamaan dengan pembukaan secara resmi pendidikan dan latihan bela negara serta wawasan kebangsaan di Unhan RI, saya bertemu dengan Rektor Unhan RI Laksamana Madya TNI Prof. Dr. Ir. Amarulla Octavian. Terbuka besar kemungkinan kerja sama pendidikan untuk pegawai KPK di jenjang pascasarjana," katanya.

Lebih lanjut Firli juga bertemu dengan Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar setelah membuka diklat. Hal itu bertujuan untuk merampungkan MoU terkait edukasi masyarakat dalam mencegah radikalisme hingga budaya antikorupsi.

"Setelah selesai membuka acara diklat di Unhan RI, saya bertemu dengan Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar. KPK dan BNPT akan segera merampungkan MoU terkait edukasi masyarakat khususnya pendidikan karakter untuk mencegah radikalisme, terorisme, korupsi dan budaya anti korupsi," ujarnya.

Firli menyebut kerja sama itu dilakukan pada kunjungan ke kantor BNPT yang dilakukan bersama Sekjen KPK Cahya H Harefa, Deputi Dikmas Wawan Wardiana, dan Direktur Diklat Antikorupsi KPK Dian Novianti.

Diketahui, Cahya H Harefa mengatakan KPK telah memberi kesempatan kepada 24 pegawainya untuk mengikuti diklat ini. Namun hanya ada 18 orang yang setuju untuk ikut diklat.

KPKFoto: dok KPK

"Dari 24 pegawai yang diberi kesempatan mengikuti diklat, tercatat 18 orang telah bersedia dengan menandatangani formulir kesediaan mengikuti diklat tersebut," kata Cahya kepada wartawan, Rabu (21/7).

Cahya mengatakan dua dari 18 pegawai itu masih menjalani isolasi mandiri karena positif COVID-19. Kedua pegawai tersebut akan mengikuti diklat secara daring.

"Dari 18 pegawai yang bersedia, 16 orang akan mengikutinya secara langsung, sedangkan dua pegawai yang masih menjalani isolasi mandiri COVID-19 akan mengikutinya secara daring," ujarnya

Simak Video: Ombudsman Minta KPK Angkat 75 Pegawai yang Tak Lulus TWK Jadi ASN

[Gambas:Video 20detik]



(dhn/dhn)