Ketua KPK Lepas 18 Pegawai Tak Lolos TWK Ikuti Latihan Bela Negara

Azhar Bagar Ramadhan - detikNews
Rabu, 21 Jul 2021 16:03 WIB
Ketua KPK Firli Bahuri melepas 19 pegawai KPK yang tak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) untuk mengikuti Diklat Bela Negara di Unhan sebagai syarat menjadi ASN (Azhar Bagas/detikcom)
Ketua KPK Firli Bahuri melepas 18 pegawai KPK yang tak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) untuk mengikuti Diklat Bela Negara di Unhan sebagai syarat menjadi ASN. (Azhar Bagas/detikcom)
Jakarta -

Ketua KPK Firli Bahuri melepas 18 pegawai KPK yang tak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) untuk mengikuti Diklat Bela Negara. Diklat itu akan dilaksanakan di Universitas Pertahanan (Unhan) sebagai syarat menjadi ASN.

"Hari ini tadi jam 14.00 WIB, saya menjadi pembina apel pemberangkatan 18 pegawai KPK yang akan mengikuti Pendidikan Latihan Bela Negara dan wawasan kebangsaan di Unhan RI," kata Firli kepada wartawan, Rabu (21/7/2021).

Firli mengatakan pelaksanaan itu akan dimulai pada Kamis (22/7) pukul 09.00 WIB. Dua pegawai KPK lainnya diketahui mengikuti diklat ini secara daring karena masih menjalani isolasi mandiri (isoman) karena terpapar COVID-19.

"Saya akan buka Pendidikan Latihan Bela Negara dan Wawasan Kebangsaan 18 pegawai KPK di Unhan RI besok, Kamis, 22 Juli 2021, pukul 09.00 WIB," ujar Firli.

Sebelumnya, Sekjen KPK Cahya H Harefa mengatakan KPK telah memberi kesempatan kepada 24 pegawainya untuk mengikuti diklat ini. Namun, hanya ada 18 orang yang setuju untuk ikut diklat yang dimulai besok.

"Dari 24 pegawai yang diberi kesempatan untuk mengikuti diklat, tercatat 18 orang telah bersedia dengan menandatangani formulir kesediaan untuk mengikuti diklat tersebut," katanya.

Ketua KPK Firli Bahuri melepas 19 pegawai KPK yang tak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) untuk mengikuti Diklat Bela Negara di Unhan sebagai syarat menjadi ASN (Azhar Bagas/detikcom)Ketua KPK Firli Bahuri melepas 18 pegawai KPK yang tak lolos TWK untuk mengikuti Diklat Bela Negara di Unhan sebagai syarat menjadi ASN. (Azhar Bagas/detikcom)

Cahya mengatakan dua dari 18 pegawai itu masih menjalani isolasi mandiri karena positif COVID-19. Kedua pegawai tersebut akan mengikuti diklat secara daring.

"Dari 18 pegawai yang bersedia, 16 orang akan mengikutinya secara langsung, sedangkan dua pegawai yang masih menjalani isolasi mandiri COVID-19 akan mengikutinya secara daring," ujarnya.

Cahya menjelaskan materi diklat meliputi studi dasar, inti, dan pendukung. Studi dasar mencakup wawasan kebangsaan (empat konsensus dasar negara), Sishankamrata, kepemimpinan berwawasan bela negara, serta pencegahan dan penanggulangan terorisme/radikalisme dan konflik sosial.

Studi inti, katanya, berisi materi untuk mengembangkan nilai-nilai dan keterampilan dasar bela negara. Selanjutnya, studi pendukung terdiri dari pelaksanaan upacara pembukaan dan penutupan, muatan lokal (KPK), serta bimbingan dan pengasuhan.

"KPK berharap melalui diklat ini dapat menciptakan dan menumbuhkembangkan kesadaran bela negara serta wawasan kebangsaan bagi Insan KPK dalam menjalankan tugas-tugas pemberantasan korupsi," katanya.

Simak video 'Ombudsman Minta KPK Angkat 75 Pegawai yang Tak Lulus TWK Jadi ASN':

[Gambas:Video 20detik]



(jbr/dhn)