Jumlah Oksigen Tak Pasti, RS Swasta di Bali Tolak Pasien Corona

Sui Suadnyana - detikNews
Rabu, 21 Jul 2021 22:34 WIB
Close-up of medical oxygen flow meter  shows low oxygen or an nearly empty tank
Ilustrasi (Getty Images/iStockphoto/Toa55)
Denpasar -

Sejumlah rumah sakit swasta di Bali mulai melakukan penolakan untuk merawat pasien. Hal itu terjadi lantaran adanya keterbatasan oksigen di tengah lonjakan kasus Corona.

"Ya (mulai ada penolakan pasien) karena memang tidak berani merawat (karena) oksigen tidak pasti datangnya," kata Ketua Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) Bali, Ida Bagus Gede Fajar Manuaba, kepada wartawan, Rabu (21/7/2021).

Meski demikian, Fajar mengaku belum mempunyai data pasti berapa jumlah rumah sakit yang sudah melakukan penolakan. Dia memperkirakan hal ini mulai terjadi secara merata di Bali.

"Jumlahnya (rumah sakit yang menolak) endak tahu, sepertinya merata karena jumlah oksigen tidak pasti dan pasien COVID-19 boros oksigen. Kita sudah hentikan operasi berencana untuk hemat oksigen," terangnya.

Menurut Fajar, pasien Corona yang bergejala berat bisa memakai oksigen 15 liter per menit, sehingga bisa menghabiskan 7-10 tabung per orang dalam sehari. Sementara yang bergejala sedang minimal menghabiskan 4 liter per menit dan tidak diperkenankan dipakai lebih dari 24 jam.

"Memang COVID-19 penyakit boros oksigen, asma saja kalah. Makanya masyarakat harus tertib prokes," kata Fajar.

Sebelum Fajar mengatakan, produksi oksigen saat ini tidak sesuai dengan kebutuhan yang ada. Terlebih khusus oksigen cair, pihaknya masih mendatangkan dari Pulau Jawa.

Sedangkan oksigen gas sudah menjadi rebutan. Kini, pasien yang berada di rumah sakit swasta di Bali banyak yang dirujuk ke rumah sakit pemerintah karena kekurangan oksigen.

"Sekarang banyak (pasien) yang dirujuk dari (rumah sakit) swasta ke rumah sakit pemerintah, khususnya (RSUP) Sanglah. (Kami) tidak berani merawat pasien tanpa oksigen," jelas Fajar.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.