PKS DKI Usul Tambah Pasal Pidana untuk Penimbun Obat COVID-19

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Rabu, 21 Jul 2021 17:34 WIB
Ilustrasi Gedung DPRD DKI Jakarta di Jl Kebon Sirih
Gedung DPRD DKI Jakarta (Wilda Hayatun Nufus/detikcom)
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta akan merevisi Peraturan Daerah (Perda) 2 Tahun 2020 tentang Penanggulangan COVID-19. Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta mengusulkan agar dalam revisi turut dimasukkan pasal pidana bagi penimbun obat COVID-19.

"Saya minta supaya dalam perda ini juga dilakukan sanksi bagi pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan orang-orang atau pelaku usaha yang menghalang-halangi atau menimbun barang-barang yang diperlukan untuk perlindungan COVID," kata Wakil Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Taufik Zulkifli, Rabu (21/7/2021).

Hal ini disampaikan Taufik ketika mengikuti rapat paripurna DPRD DKI Jakarta dalam rangka penyampaikan pidato penjelasan terhadap Raperda Perubahan atas Perda Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penanggulangan COVID-19. Taufik menjelaskan usulan ini menyusul maraknya oknum pengusaha yang menaikkan harga obat COVID-19 dengan harga fantastis.

"Naiknya harga obat-obatan yang 'bisa mengurangi' COVID. Seperti Actemra, yang tadinya Rp 3 juta, di pasaran sekarang sudah Rp 50 juta dan seterusnya," ujarnya.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohammad Taufik merespons pernyataan anggota Komisi B tersebut. Dia mengatakan usulan Fraksi PKS soal pidana untuk penimbun obat COVID-19 akan dikaji oleh Bapemperda DKI Jakarta bersamaan dengan permintaan Pemprov DKI untuk merevisi Perda COVID-19.

"Menjadi perhatian Bapemperda dalam pembahasan," ucapnya.

"Penjelasan Wakil Gubernur terhadap raperda tersebut akan dicermati oleh Bapemperda bersama eksekutif yang hasilnya akan disampaikan pada paripurna di DPRD Provinsi DKI Jakarta dan fasilitasi Raperda oleh Kemendagri yang selanjutnya permintaan persetujuan terhadap Raperda tersebut insyaallah hasilnya akan disampaikan dalam rapat paripurna pada hari Kamis, 29 Juli, pukul 10.00 yang akan datang," sambung Taufik.

Baca berita selengkapnya di halaman selanjutnya.