Tahanan Lansia di Tangerang Meninggal, Pengacara Sesalkan Penangguhan Ditolak

Audrey Santoso - detikNews
Rabu, 21 Jul 2021 13:04 WIB
ilustrasi penjara
Ilustrasi penjara (Andi Saputra/detikcom)
Jakarta -

Arifin Widjaja (72) terpapar COVID-19 saat menjalani masa tahanan di Rutan Kelas I Kabupaten Tangerang. Arifin, yang merupakan terpidana kasus penipuan, sempat dilarikan ke Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) dan dirawat inap, namun akhirnya meninggal dunia.

"Kami sangat menyesalkan Pak Arifin terpapar COVID-19 di dalam rutan. Kami pernah minta pengadilan dan kejaksaan supaya Pak Arifin dialihkan jadi tahanan kota atau rumah. Karena, selain ia usia 70 tahun, kami juga khawatir Pak Arifin tertular COVID dan ternyata kejadian," kata penasihat hukum Arifin, H Onggowijaya, kepada wartawan, Rabu (21/7/2021).

Onggowijaya menjelaskan Arifin memiliki riwayat sakit yang dapat jadi pertimbangan terkait penahanannya di rutan dari sisi kemanusiaan. Namun permoonan penangguhan ditolak.

"Segala upaya meminta penangguhan maupun pengalihan tahanan dengan mempertimbangkan sisi kemanusiaan telah kami lakukan dan tidak dikabulkan, padahal yang bersangkutan memiliki banyak riwayat penyakit lainnya," ucap dia.

Onggowijaya berharap, ke depan, tak ada lagi tahanan lansia yang bernasib sama seperti kliennya. Dia mengutarakan harapan agar konsep penyelesaian perkara dengan restorative justice di institusi kejaksaan dan pengadilan dapat diterapkan sungguh-sungguh.

"Jangan ada lagi seperti Pak Arifin. Usianya sudah sepuh. Mungkin seusia bapak atau kakek kita. Kami juga berharap ke depannya penegak hukum agar benar-benar memperhatikan sisi kemanusiaan dan penerapan restorative justice dengan sungguh-sungguh," tutur Onggowijaya.

"Apalagi Indonesia saat ini dalam situasi darurat pandemi. Selamat jalan, Pak Arifin Widjaja, semoga amal ibadahnya diterima oleh Yang Mahakuasa," sambung Onggowijaya.