Korban Tewas 18 Kapal Tenggelam di Kalbar Jadi 24 Orang, 31 ABK Masih Dicari

Antara - detikNews
Rabu, 21 Jul 2021 12:19 WIB
TNI AL mengerahkan dua pesawat patroli maritim-2 KRI dalam upaya SAR 18 kapal yang hilang di perairan Pontianak, Kalbar. (dok TNI AL)
TNI AL mengerahkan dua pesawat patroli maritim-2 KRI dalam upaya SAR 18 kapal yang hilang di perairan Pontianak, Kalbar. (dok TNI AL)
Pontianak -

Tim SAR Gabungan kembali mengevakuasi dua jenazah korban kecelakaan kapal motor tenggelam dampak cuaca buruk, Selasa (13/7). Jenazah dievakuasi menggunakan kapal milik Basarnas Kalbar, KN SAR Laksamana-241, dari perairan berjarak 30-40 nautical mile.

"Pagi ini kami berhasil mengevakuasi dua jenazah, tetapi belum dapat dipastikan kedua korban itu berasal dari kapal mana, karena akan diidentifikasi dulu oleh tim DVI RS Bhayangkara Pontianak," kata Kepala Kantor SAR Pontianak Yopi Haryadi di Pontianak, Rabu (21/7/2021) seperti dilansir Antara.

Dia mengatakan kedua korban itu ditemukan di lokasi terpisah, Selasa (20/7), dan baru sampai di Posko SAR Gabungan Pontianak, tadi pagi.

"Pencarian para korban tetap dilanjutkan hingga tiga hari ke depan. Dan hari ini pencarian dilakukan dengan mengerahkan pesawat udara CN 235 patroli maritim milik TNI AL dan pesawat ATR dari Kementerian Kelautan dan Perikanan yang diterbangkan langsung dari Jakarta ke wilayah perairan Natuna," kata Yopi.

Untuk luas pencarian para korban, hari ini Tim SAR Gabungan akan melakukan penyisiran hingga ke Kepulauan Riau, termasuk ke arah barat di sekitar perairan pulan Tambelan dan arah timur hingga ke wilayah perairan Natuna, katanya.

"Pencarian udara ini tentunya tetap dibantu dari armada di laut. Kami berharap dengan pencarian ini, tiga hari ke depan bisa mendapatkan hasil yang maksimal," kata Yopi.

Sementara itu, Kapten KN SAR Laksamana Jahrudin mengatakan penemuan kedua jenazah itu berawal dari ditemukannya satu jenazah saat KN SAR Laksamana hendak menuju salah satu titik pencarian yang telah ditentukan Basarnas.

"Setelah kami lakukan evakuasi terhadap jenazah tersebut, beberapa menit setelah kapal melanjutkan perjalanan, kami mendapat informasi dari KRI Clurit milik TNI AL yang menemukan jenazah lain yang terapung di permukaan air laut. Dengan koordinat yang diberikan oleh Kapal Clurit kami langsung langsung mengevakuasi jenazah korban," kata Jahrudin.

Kemudian, ujarnya lagi, perjalanan penyisiran dan pencarian masih tetap dilanjutkan sampai titik pencarian yang telah ditentukan Posko Basarnas, tetapi tidak menemukan korban lainnya.

"Kami kemudian melanjutkan penyisiran ke perairan wilayah utara hingga ke 45 nautical mile dari koordinat pencarian yang ditentukan Posko, karena hasilnya tetap tidak ada, maka kami memutuskan untuk kembali ke Pontianak guna mengevakuasi kedua jenazah itu," katanya.

Data sementara Posko SAR Gabungan di Pontianak mencatat hingga saat ini total anak buah kapal (ABK) yang menjadi korban kecelakaan, yakni sebanyak 138 orang, sebanyak 83 orang selamat, 31 orang masih dalam pencarian, dan 24 orang ditemukan meninggal dengan total kapal motor yang tenggelam sebanyak 18 unit.

(idh/idh)