BPS Catat 5,89 Ribu Warga Sumsel Keluar dari Kemiskinan

Nurcholis Maarif - detikNews
Rabu, 21 Jul 2021 00:15 WIB
Berdasarkan data BPS, jumlah penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2019 mencapai 25,14 juta jiwa atau 9,41 persen. Pemerintah pun terus menekan angka kemiskinan.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumsel mencatat jumlah penduduk miskin di Sumsel pada Maret 2021 berjumlah sebanyak 1.113,76 ribu orang atau sebesar 12,84% dari total penduduk. Angka kemiskinan ini turun selama enam bulan terakhir sebesar 0,14%.

Kepala BPS Sumsel Zulkipli menjelaskan jika dibandingkan dengan angka kemiskinan pada bulan September 2020 sebesar 1.119,65 ribu orang atau 12,98%, maka selama enam bulan atau pada kurun waktu September 2020-Maret 2021 terjadi penurunan angka kemiskinan sebesar 0,14%.

"Artinya, angka tersebut setara dengan penurunan jumlah penduduk miskin sebesar 5,89 ribu orang," ujar Zulkipli dalam keterangan tertulis, Selasa (20/7/2021).

Diungkapkannya, penurunan angka kemiskinan membuktikan jika Pemprov Sumsel dan kabupaten/kota telah bersinergi dalam melaksanakan berbagai program perlindungan sosial seperti bantuan sosial, kegiatan ekonomi produktif, dan lainnya sehingga masyarakat tidak jatuh miskin akibat pandemi COVID-19.

"Bahkan penduduk miskin di Sumsel ada yang berhasil keluar dari kemiskinan. Itu menunjukkan kesejahteraan penduduk miskin semakin membaik melalui intervensi berbagai program perlindungan sosial," ujarnya.

Berdasarkan daerah tempat tinggal, pada periode September 2020-Maret 2021 atau dalam 6 bulan terakhir, angka kemiskinan di daerah perkotaaan dan pedesaan mengalami penurunan. Angka kemiskinan di daerah perkotaan turun sebesar 0,16% poin atau setara 2,18 ribu penduduk miskin.

"Sedangkan angka kemiskinan di daerah perdesaan turun sebesar 0,13% poin atau setara 3,71 ribu penduduk miskin," paparnya.

Menurutnya, persoalan kemiskinan bukan hanya sekadar berapa persentase penduduk miskin. Dimensi lain yang perlu diperhatikan adalah tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan. Selain harus mampu menurunkan angka kemiskinan, kebijakan kemiskinan juga harus bisa mengurangi tingkat kedalaman dan keparahan kemiskinan.

Tercatat, pada periode September 2020-Maret 2021 Indeks Kedalaman Kemiskinan di Sumsel juga mengalami penurunan dari 2,261 pada September 2020 menjadi 2,260 pada Maret 2021 atau turun sebesar 0,001 poin. Penurunan indeks kedalaman kemiskinan dalam kurun waktu enam bulan terakhir mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin cenderung mendekati garis kemiskinan.

"Fenomena itu mengungkapkan bahwa tingkat kesejahteraan penduduk miskin di Sumatera Selatan dalam kurun waktu enam terakhir semakin membaik, bahkan mampu mengangkat sebagian kecil penduduk miskin keluar dari kemiskinan," ujarnya.

"Kebijakan pemerintah telah mampu mengurangi beban pengeluaran penduduk miskin dan meningkatkan jumlah komoditas yang dikonsumsi penduduk miskin juga telah meningkatkan taraf kehidupan penduduk miskin di Provinsi Sumatera Selatan," terangnya.

Lalu Indeks Keparahan Kemiskinan di Sumsel periode September 2020-Maret 2021 mengalami penurunan dari 0,627 September 2020 menjadi 0,542 Maret 2021 atau turun sebesar 0,085 poin.

"Penurunan indeks keparahan kemiskinan tersebut mengindikasikan bahwa kesenjangan pengeluaran di antara penduduk miskin semakin kecil," pungkasnya.

(ncm/ega)