Hotman Paris Colek Kapolri soal 'Kartel Kremasi': Tindak Krematorium Nakal!

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 20 Jul 2021 11:01 WIB
Hotman Paris
Hotman Paris (Ismail/detikHOT)

Penjelasan Pihak Rumah Duka Abadi

Yayasan Rumah Duka Abadi di Daan Mogot, Jakarta Barat, memberikan klarifikasi terkait broadcast seorang warga yang mengaku 'diperas kartel kremasi'. Pihak yayasan juga menjelaskan soal uang Rp 45 juta untuk jasa kremasi bukan dari rumah duka, melainkan dari pihak krematorium.

Business Development Rumah Duka Abadi, Indra Palus, mengatakan pihaknya tidak menyediakan jasa kremasi, melainkan hanya memfasilitasi persemayaman dan pengantaran jenazah.

"Kami hanya penyedia jasa, karena kami nggak punya kremasi karena kami khusus persemayaman," ujar Indra kepada wartawan di Yayasan Rumah Duka Abadi, Daan Mogot, Jakarta Barat, Senin (19/7/2021).

Indra menjelaskan duduk perkara terkait permintaan warga untuk kremasi jenazah COVID-19. Menurut Indra, pihaknya kedatangan warga yang meminta dicarikan tempat kremasi jenazah COVID-19 anggota keluarganya. Keluarga tersebut disebutnya butuh cepat tempat kremasi.

"Kami hanya tanya ada slot kosong nggak (ke sejumlah tempat kremasi) karena ada keluarga membutuhkan. Banyak yang nelpon ke sini nawar-nawarin, ya sudah paling cepet saja," jelas Indra.

Harga Rp 45 Juta dari Pihak Krematorium

Indra kemudian menjelaskan yang menetapkan harga Rp 45 juta itu adalah pihak krematorium di Cirebon, Jawa Barat. Harga tersebut dikatakan Indra sudah termasuk pelarungan, kremasi, guci, dan lain-lain.

"Iya di sana, nah kami kasih tahu harganya segini-gini dan tanya setuju nggak? Karena kami kan balikin lagi ke keluarga, mau diambil atau tidak. Nah kalau dari pihak keluarga ini setuju," ungkap Indra.

Menurut Indra, harga tersebut memang tidak wajar. Kalaupun di masa pandemi COVID-19 ada kenaikan harga, harga yang ditetapkan tempat kremasi di Cirebon ini menurutnya di luar kewajaran.


(mei/hri)