Ketua DPRD DKI Minta Kapolda Tembak Mati 'Kartel Kremasi'

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Senin, 19 Jul 2021 21:20 WIB
Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi (kiri) menjawab pertanyaan wartawan di Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Kamis (13/2/2020). Kedatangan Prasetyo Edi tersebut untuk mengonfirmasi surat dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kepada Menteri Sekretaris Negara yang juga Ketua Komisi Pengarah Pembangunan Kawasan Medan Merdeka Pratikno yang menyatakan telah mendapatkan rekomendasi dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) DKI Jakarta untuk menggelar formula E 2020 di kawasan Monas namun ternyata belum ada rekomendasi dari TACB. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/wsj.
Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi, foto diambil sebelum pandemi COVID-19. (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)
Jakarta -

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi menanggapi keluhan warga Jakarta Barat mengenai harga kremasi selangit hingga dugaan praktik 'kartel kremasi'. Prasetio menilai semestinya para pengusaha rumah duka jangan mengambil kesempatan di tengah musibah.

"Sekali lagi para pengusaha rumah duka itu juga jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan atau penumpukan obat-obatan," kata Prasetio kepada wartawan, Senin (19/7/2021).

Bahkan politikus PDIP itu mengaku telah membahas praktik-praktik serupa bersama Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran. Menurutnya, praktik ini lebih jahat daripada kasus korupsi ataupun narkoba.

"Saya minta kepada Kapolda pernah saya bicara dengan Pak Kapolda hal-hal seperti itu harusnya lebih jahat daripada narkoba, lebih jahat dari korupsi, tembak mati aja saya bilang gitu," tegasnya.

Selain soal kartel kremasi, Prasetio menyoroti maraknya kartel obat-obatan COVID-19. Atas hal ini, dia meminta kesadaran tiap pengusaha tentang kondisi warga Jakarta yang terpuruk akibat pandemi COVID-19 ini.

"Saya minta tolong kepada para pengusaha ya sadar diri lah kondisi republik ini, khususnya Jakarta memang sedang force majeure," ujarnya.

"Jadi jangan tiap hari juga kita sensitif sekali. Ambulans (lewat) pakai APD meninggal dunia. Tolong itu dihargailah. Kita semua dalam kondisi yang sedang tidak baik untuk masalah COVID-19 ini," sambungnya.

Tonton video 'Kasus Corona RI Tambah 34.257, Total Jadi 2.911.733':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya, soal dugaan kartel kremasi bermula dari pesan berantai: