PPKM Darurat, Mobilitas Warga Denpasar Turun hingga 20 Persen

Sui Suadnyana - detikNews
Selasa, 20 Jul 2021 09:14 WIB
Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai (Foto: Dok. Pemkot Denpasar)
Jakarta -

Mobilitas warga Kota Denpasar, Bali, menurun 10-20 persen selama pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat. Penurunan ini didasari perhitungan Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves).

"Perhitungan (merupakan) analisis dari Kemenko Marves menggunakan satelit dan Google Traffic. Kalau (perhitungan) angka secara detail itu analisis dari Menko Marves," kata Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai, dalam pesan singkat kepada detikcom, Selasa (20/7/2021).

Menurut Dewa Rai, mobilitas ini bisa diturunkan berkat adanya penyekatan di 11 titik pintu masuk Kota Denpasar. Selain itu, berkat adanya penutupan sektor nonesensial dan pembatasan jam operasional hingga pukul 20.00 Wita.

Walaupun ada penurunan mobilitas warga, kasus positif COVID-19 di Denpasar masih tinggi. Seperti pada Senin (19/7), kasus positif COVID-19 kembali melonjak tajam sebanyak 409 orang.

"Memang kasus masih tinggi dan tentu ini menjadi perhatian kita bersama karena masa inkubasinya virus COVID-19 lama, bisa sampai 2 minggu, jadi tidak serta-merta kasus langsung turun begitu PPKM darurat diterapkan," kata Dewa Rai.

Ia berharap, setelah PPKM darurat ini, dua minggu ke depan kasus akan melandai dengan catatan masyarakat tetap menaati protokol kesehatan dengan disiplin dan ketat.

Dewa Rai menambahkan, berdasarkan data dan evaluasi yang dilakukan, sebanyak 66 persen kasus positif COVID-19 terjadi pada masyarakat yang belum divaksinasi COVID-19.

"Sehingga kami terus menggalakkan pelaksanaan vaksinasi ini agar herd immunity segera terbentuk. Selain itu yang paling penting hindari kerumunan," katanya.

Sementara itu, terkait informasi tentang PPKM darurat setelah 20 Juli 2021, Dewa Rai mengaku masih menunggu arahan pusat.

"Kami menunggu arahan dari pemerintah pusat. Pasti akan ada evaluasi menyeluruh nanti," pungkasnya.

Lihat juga Video: Rute Jakarta-Cikampek Kena Penyekatan, Ini Syarat Perjalanannya

[Gambas:Video 20detik]



(yld/yld)