ADVERTISEMENT

Round-Up

Aksi Tipu-tipu Modus Situs Bansos PPKM Palsu Berakhir di Balik Jeruji

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 20 Jul 2021 07:31 WIB

Raup Rp 1,5 M

Yusri mengatakan pelaku mencari keuntungan dari website tersebut. Setidaknya sejak situs dibuat pada November 2020, pelaku sudah meraup Rp 1,5 miliar dari pengiklan.

"Minimal dua iklan satu website. Satu iklan itu Rp 200 juta. Jadi dari November sampai sekarang dia dapat Rp 1,5 miliar," katanya.

Akibat perbuatannya tersebut, RR telah ditetapkan sebagai tersangka. Dia dijerat dengan Pasal 35 juncto Pasal 51 ayat 1 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik atau ITE.

"Ancamannya maksimal 12 tahun penjara," pungkas Yusri.


Penjelasan Kemensos


Kepala Biro Humas Kemensos RI, Hasim, mengapresiasi polisi yang telah menangkap pelaku. Kemensos juga menjelaskan alasan melaporkan pelaku agar menimbulkan efek jera.

"Kemensos kenapa melaporkan, karena dirasa mencemarkan nama baik Kemensos. Oleh karena itu, kami harapkan dengan melaporkan ke Polda Metro Jaya agar kita semua waspada," kata Hasim.

Masyarakat diimbau agar tidak mudah tergiur dengan iming-iming di media sosial. Masyarakat diimbau agar dapat mengecek terlebih dahulu melalui situs resmi Kemensos.

"Dengan kejadian ini, kami dari Kemensos titip pesan bahwasannya kita ajak masyarakat supaya tidak mudah tergiur, percaya terutama berkaitan perkembangan informasi dunia maya. Kalau memang ingin info terkait bansos, maka teman-teman dan masyarakat pada umumnya kami ajak untuk akses dan hubungi jalur resmi pemerintah, bisa langsung kita akses website Kementerian Sosial https://cekbansos.kemensos.go.id," paparnya.


(mea/mea)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT