Ngaku untuk Bansos, Pemotor Gasak 2 Peti Telur dari Warung di Klaten

Achmad Syauqi - detikNews
Senin, 22 Mar 2021 18:12 WIB
Tangkapan layar postingan pemilik warung telur ayam.
Tangkapan layar postingan pemilik warung telur ayam. (Foto: Tangkapan layar Facebook Info Seputar Tulung)
Klaten -

Seorang pemotor disebut menggasak 2 peti telur ayam dari sebuah warung di Klaten. Peristiwa itu viral setelah pemilik warung mengunggah peristiwa yang dialaminya itu di media sosial.

"Yg tau orang pake mtor scoopy putih bwa telor 2 peti tlung dicegat mas mb. Ngapusi ten kios kulo. Matursuwun," tulis korban, Ambarani Kusumaningtyas, di sebuah akun grup Facebook, seperti dikutip detikcom, Senin (22/3).

"Kronologi dia ngaku pegawai kelurahan puc miliran ambil telur 2 peti buat bansos trus bilang minta nota tk ambil uang dikantor. Hbis itu aku ga sadar ga inget apa2," tulisnya.

Pada postingan itu disertai foto seorang pria mengendarai motor matik warna putih. Pria tersebut membawa kotak kayu di jok motornya.

Saat dimintai konfirmasi, Ambarani mengaku peristiwa itu terjadi di warungnya di Desa Tulung, Kecamatan Tulung, Klaten, Senin (22/3) sekitar pukul 11.00 WIB. Pelaku dalam aksinya mengaku membeli telur untuk acara bansos di desa tetangga.

"Ke rumah mau beli telur 4 peti tapi baru diambil 2 peti. Terus dekati saya pegang pundak habis itu saya kaya orang bingung dan dia kabur bawa 2 peti telur," ungkap Ambarani kepada detikcom, Senin (22/3/2021).

Menurut Ambarani, telur yang dibawa dari rumahnya berjumlah 30 kg. Kejadian itu sudah dilaporkan ke pemerintah desa dan polsek setempat.

"Jumlahnya 30 kg dan nilainya sekitar Rp 600 ribu. Sudah saya laporkan ke desa dan polsek belum ada kabar," lanjut Ambarani.

Ambarani juga mengaku sudah mengecek ke Desa Pucang Miliran, tempat pria itu mengaku bekerja sebagai pegawai. Pihak desa tetangga itu mengaku tidak ada pegawai yang serupa dengan pelaku.

"Saya sudah ke kantor Pucang Miliran katanya tidak ada pegawai itu. Dipastikan penipuan dan sudah telepon kepolisian juga," terang Ambarani.

Sementara itu, Kepala Desa Pucang Miliran, Kecamatan Tulung, Habib Mustofa, mengatakan sudah mendapatkan laporan kejadian itu.

"Kejadiannya itu di Desa Tulung. Tidak ada acara bansos di sini dan tidak ada pegawai (itu) sini," ungkap Mustofa saat dihubungi.

Terpisah, Kapolsek Tulung Iptu Joko Waluyo saat dikonfirmasi menjelaskan pihaknya telah menyelidiki kejadian tersebut.

"Ya sudah kita lidik," ungkap Joko saat dihubungi.

Simak juga Video: Rekaman CCTV Pria Bercelana Loreng Rampok Bank, Gasak Rp 100 Juta

[Gambas:Video 20detik]



(rih/ams)