Penyuap Patrialis Akbar, Basuki Hariman Jalani Vonis 5,5 Tahun di LP Tangerang

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Senin, 19 Jul 2021 17:00 WIB
Sekretaris Basuki Hariman, Ng Feny jalani sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta. Ia divonis 5 tahun dan denda Rp 200 juta subsidair 2 bulan kurungan.
Ng Feny dan Basuki Hariman (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

KPK mengeksekusi putusan Mahkamah Agung (MA) yang mengurangi hukuman Bos CV Sumber Laut Basuki Hariman dan NG Fenny di tingkat peninjauan kembali (PK). Basuki Hariman akan menjalani vonis 5,5 tahun penjara di Lapas Tangerang.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menerangkan Basuki dieksekusi berdasarkan putusan Peninjauan Kembali Nomor: 165 PK/ Pid.Sus/2021 tertanggal 6 Mei 2021. Basuki Hariman hari ini langsung dieksekusi ke Lapas IA Tangerang.

"Jaksa Eksekusi Leo Sukoto Manalu, telah melaksanakan putusan Peninjauan Kembali Nomor: 165 PK/ Pid.Sus/2021 tanggal 6 Mei 2021 dengan terpidana Basuki Hariman dengan cara memasukkan ke Lembaga Pemasyarakatan Klas IA Tangerang untuk menjalani pidana penjara selama 5 tahun dan 6 bulan dikurangkan seluruhnya dari masa penahanan yang telah dijalani," kata Ali kepada wartawan, Senin (19/7/2021).

Ali mengatakan Basuki Hariman juga dikenakan denda sebanyak Rp 400 juta. Apabila tidak dibayar, dapat diganti dengan hukuman 3 bulan penjara.

"Untuk menjalani pidana penjara selama 5 tahun dan 6 bulan dikurangkan seluruhnya dari masa penahanan yang telah dijalani dan pidana denda sebesar Rp 400 juta subsider 3 bulan kurungan," imbuhnya.

Sementara itu, NG Fenny akan dieksekusi ke Lapas Anak Wanita Tangerang untuk menjalani 4,5 tahun penjara dikurangi dari penahanan yang telah dijalani sebelumnya. NG Fenny juga dikenakan denda Rp 250 juta subsider 3 bulan penjara.

"Telah pula dilaksanakan putusan Peninjauan Kembali Nomor: 164 PK/Pid.Sus/2021 tanggal 6 Mei 2021 dengan terpidana NG Fenny dengan cara memasukkan ke Lembaga Pemasyarakatan Anak Wanita Tangerang untuk menjalani pidana penjara selama 4 tahun dan enam dikurangkan seluruhnya dari masa penahanan yang telah dijalani," ungkap Ali.

Diketahui, Mahkamah Agung (MA) mengabulkan peninjauan kembali (PK) yang diajukan Basuki Hariman dan Ng Fenny. Hukuman kedua terdakwa dipotong oleh MA.

"Kabul terbukti Pasal 6 ayat 1 pidana penjara 5 tahun dan 6 bulan dan pidana denda sebesar Rp 400 juta subsider 3 bulan kurungan," kata juru bicara MA, hakim agung Andi Samsan Nganro kepada detikcom, Jumat (7/5).

MA beralasan Basuki dan Ng Fenny dimanfaatkan oleh Kamaluddin (orang kepercayaan Patrialis) yang menjanjikan bisa mengurus uji materi yang diajukan oleh Basuki Hariman melalui Patrialis Akbar. Uang diberikan terkait penanganan perkara judicial review UU No 41/2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan di Mahkamah Konstitusi.

"Untuk mengabulkan gugatan uji materi terpidana, oleh terpidana diserahkan uang untuk Patrialis Akbar melalui Kamaluddin, pertama USD 20 ribu, kedua USD 20 ribu, ketiga USD 10 ribu, keempat USD 20 ribu dan menjanjikan Rp 2 miliar apabila dapat mengabulkan uji materi tersebut," ujar Andi yang juga Wakil Ketua MA bidang Yudisial itu.

Putusan itu diketok oleh ketua majelis Suhadi dengan anggota M Askin dan Eddy Army. Sedangkan sebagai panitera pengganti Achmad Munandar. Di kasus ini, Patrialis dihukum 7 tahun penjara.

Sebelumnya, Basuki dan Ng Fenny terbukti menyerahkan uang dengan total USD 50 ribu kepada Kamaludin, orang dekat Patrialis. Uang diberikan terkait penanganan perkara judicial review (JR) UU No 41/2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan di MK.

Hakim berkesimpulan, dari total USD 50 ribu yang diberikan kepada Kamaludin, USD 10 ribu telah diserahkan kepada Patrialis untuk biaya umrah.

Basuki dan Ng Fenny terbukti melanggar Pasal 6 ayat 1 huruf a UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 dan Pasal 64 ayat 1 KUHP.

(whn/yld)