Universitas Andalas Padang Ungkap Alasan 167 Mahasiswa Mengundurkan Diri

Jeka Kampai - detikNews
Senin, 19 Jul 2021 10:39 WIB
Rektorat Universitas Andalas (Unand) Padang
Ilustrasi Unand (Foto: Dok. Istimewa)
Padang -

Sebanyak 167 mahasiswa dinyatakan mengundurkan diri dari Universitas Andalas (Unand), Padang, Sumatera Barat (Sumbar). Pihak universitas memberi penjelasan soal alasan ke-167 mahasiswa itu mundur.

Informasi mundurnya para mahasiswa itu telah dibenarkan oleh pihak Unand pada Sabtu (17/7/2021). Unand menyebut para mahasiswa yang dinyatakan mengundurkan diri itu adalah mereka yang tidak mendaftar ulang pada 2 semester berturut-turut.

Menurut Unand, pengunduran diri para mahasiswa itu sebagai bagian dari membersihkan administrasi. Hal tersebut dilakukan demi mencegah masalah saat menyampaikan laporan keuangan ke BPK.

"Prinsipnya begini. Kita membersihkan administrasi. Kalau tidak dibersihkan, maka akan dianggap utang Unand ke negara. Dalam pemeriksaan, BPK akan menemukan penerimaan UKT yang tidak sesuai dengan jumlah mahasiswa," kata Wakil Rektor I Bidang Akademik Unand, Mansyurdin, kepada wartawan.

Mansyurdin mengatakan setiap tahun mahasiswa yang tidak aktif menjadi temuan BPK. Dia mengatakan, pada 2020, jumlah temuan BPK pada laporan keuangan Unand berjumlah Rp 10,5 miliar. Hal itu, katanya, terjadi gara-gara banyaknya mahasiswa yang tidak aktif.

"Tahun 2020, menjadi temuan lebih-kurang Rp 10,5 miliar. Tahun sebelumnya, 2019, Rp 15 miliar," kata dia.

Dia mengatakan kebijakan soal mahasiswa tidak aktif dalam 2 semester dinyatakan mengundurkan diri itu sudah berlangsung selama 2 tahun terakhir. Dia berharap para mahasiswa tertib administrasi.

"Dulu ada 600-an orang. Kasusnya sama dengan sekarang. Tapi setelah SK penetapan pengunduran diri dikeluarkan, banyak mahasiswa yang mengurus administrasinya kembali, sehingga masih bisa diproses lagi," katanya.

"Sekarang sudah agak tertib. Setiap tahun kita inventarisir," sambung Mansyurdin.

Dia menegaskan para mahasiswa itu bukan mengundurkan diri atau dikeluarkan gara-gara masalah ekonomi saat pandemi Corona. Menurutnya, Unand telah memberi keringanan bagi para mahasiswa.ini.

"Ini tidak ada korelasinya, sama sekali berbeda. Tindakan yang kita ambil ini semata karena mahasiswa yang bersangkutan tidak ada kejelasan dalam 2 semester berturut-turut. Dalam peraturan akademik kita, ada tiga jenis mahasiswa. Mahasiswa aktif, mahasiswa BSS atau cuti. Ini administrasinya jelas. Lalu ada Mahasiswa tidak aktif. Dua semester berturut-turut tidak mendaftar, dianggap mengundurkan diri," katanya.

"Soal pandemi COVID, kita juga sudah punya Peraturan Rektor Nomor 7 tahun 2020 dan Peraturan Rektor Nomor 1 tahun 2021 yang memberi keringanan soal Uang Kuliah Tunggal atau UKT mahasiswa. bagi yang terdampak. Ada keringanan berupa turun biaya, cicilan UKT atau bahkan pembebasan dari biaya. Jumlahnya banyak sekali. Itu membuktikan bahwa kita juga membuat kebijakan yang berkaitan dengan pandemi. Nah, yang ini beda persoalan," imbuhnya.

Rektor Universitas Andalas Yuliandri membenarkan kabar 167 mahasiswa mundur. Mahasiswa itu berasal dari dua fakultas, yakni 80 orang dari Fakultas Pertanian dan 87 lainnya dari Fakultas Ilmu Budaya.

"Memang benar. Tapi itu bukan DO. Kalau bahasanya mahasiswa itu mengundurkan diri karena prinsipnya Unand tidak ada mengeluarkan mahasiswa," kata Yuliandri saat dimintai konfirmasi, Sabtu (17/7).

Simak juga video 'Mahasiswa Kedokteran Jadi Relawan COVID-19, AIPKI: Masukkan dalam SKS!':

[Gambas:Video 20detik]



(haf/haf)