Round-Up

Beda Versi Polisi dan Pria yang Mengaku Buta karena Ditusuk Pena

Tim detikcom - detikNews
Senin, 19 Jul 2021 05:08 WIB
Ilustrasi Penganiayaan
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Seorang pria viral di media sosial karena mengaku matanya buta karena ditusuk pena oleh petugas yang berjaga di pos penyekatan antara Padang-Solok, Sumatera Barat. Ada perbedaan cerita antara pria yang mengaku matanya tertusuk pena dengan petugas kepolisian.

Dari pengakuan pria di dalam video itu, dia mengatakan dirinya dipaksa masuk ke tempat pemeriksaan. Saat di tempat pemeriksaan itulah kejadian mata tertusuk pulpen terjadi. Berikut pengakuan pria dalam video viral itu:

"Ini proses penyekatan di Solok, kebetulan saya baru mutar saja pak, melihat truk kita yang terbalik di sana. Saya tadi melapor ke sini mau keluar, saya mau balik ke Padang tidak lebih dari setengah jam, sampai sini saya mau balik lagi ke rumah ditanyain 'sama siapa tadi melapor', saya lupa karena tadi begitu banyak ini petugasnya. Akhirnya saya didorong, saya megang pena ketusuklah mata saya, udah buta pak. Ini komandanya pa Desmon pak, ke pak polisi banyak lagi yang lain-lain, semua aparat. Mata saya sudah buta ditusuk sama pena ada," ujar pria dalam video viral itu.

"Nah ini ditusuk, Pak, dengan pena, dipaksa saya masuk demi Allah, demi Rasulullah SAW, saya tidak berbohong, demi Allah didorong kan saya masuk sama anggota Pak Desmon ya, mata saya buta, masuk pena satu, ini darahnya semua, Pak, penyekatan antara Solok dengan Padang. Saya tidak ada ke luar kota masih dalam Kota Padang, Pak, ndak lewat perbatasan, dan saya mau keluar satu jam lalu melapor di sini tapi saya nggak ingat sama siapa di antara (petugas) yang banyak, saya belum cari lagi orangnya, sudah didorong sama Pak Desmon," lanjut pria itu dalam video.

Sementara pihak kepolisian membantah adanya peristiwa menusuk mata pria itu. Polisi menegaskan video viral itu tidak benar.

"Tidak benar ada tindakan represif dalam kejadian itu, kami menyayangkan video yang viral seolah-olah kami telah melakukan tindakan (represif)," kata Kepala Kepolisian Sektor Lubuk Kilangan AKP Lija Nesmon, dilansir Antara, Minggu (18/7).

Nesmon mengungkapkan peristiwa itu terjadi pada Jumat (16/7) pagi. Menurutnya, kejadian itu berawal ketika sang pengemudi hendak masuk ke Padang via pos penyekatan Lubuak Paraku pada Jumat (16/7) pagi sekitar pukul 02.30 WIB.

Kendaraan tersebut kemudian dihentikan oleh petugas untuk memeriksa dokumen pengemudi sebagaimana syarat untuk bisa masuk Kota Padang dalam masa PPKM darurat. Syarat tersebut berupa surat keterangan vaksin dan hasil tes PCR atau antigen yang menyatakan bebas COVID-19.

Namun ia bersama rekannya tidak bisa menunjukkan persyaratan tersebut sehingga diminta berputar balik oleh petugas layaknya kendaraan lain yang tidak memenuhi persyaratan.

"Saat diminta putar balik itulah pengemudi ini tidak terima, protes, dan mulai memprovokasi petugas, padahal kami hanya menjalankan tugas sesuai aturan dan ketentuan," jelas Nesmon.

"Ketika kami tanya petugas mana, ia mengaku lupa, ketika diminta kartu tanda penduduk (KTP)-nya, ia tidak mau menunjukkan," katanya.

Sang pengemudi, kata Nesmon, terus menolak ketika diminta masuk ke dalam mobil untuk putar balik. Setelah itu, wajah laki-laki tersebut tiba-tiba berdarah dan ia mengaku ditusuk petugas dengan pulpen.

Nesmon mengatakan pria dalam video itu bernama Awaludin Rao. Atas keterangan Awaludin itu, Nesmon meminta Awaludin menunjukkan petugas mana yang telah menusuknya, tapi tidak bisa menunjukkan. Menurut Nesmon, luka Awaludin itu bukan di mata, melainkan di pelipis.

"Dalam video yang viral sang pengemudi juga mengaku telah ditusuk dan matanya menjadi buta, padahal luka terjadi di bagian pelipis dan kami yang mengantarkannya ke rumah sakit," jelasnya.

Nesmon pun menyayangkan video viral itu karena dinilai tidak utuh dan lengkap sehingga memberikan stigma negatif kepada petugas. Padahal, menurutnya petugas di pos penyekatan bertugas secara humanis.

Sima video 'Geger Pria Ngaku Mata Ditusuk Pena di Penyekatan Padang-Solok':

[Gambas:Video 20detik]



(zap/idn)