Kegiatan Masyarakat Selama Libur Idul Adha 2021 Dibatasi, Ini Aturan Lengkapnya

Tim detikcom - detikNews
Senin, 19 Jul 2021 10:30 WIB
Kegiatan Masyarakat Selama Libur Idul Adha 2021 DIbatasi, Ini Aturan Lengkapnya
Kegiatan Masyarakat Selama Libur Idul Adha 2021 Dibatasi, Ini Aturan Lengkapnya (Foto: Sachril Agustin/detikcom)
Jakarta -

Libur Idul Adha 2021 atau jatuhnya 10 Zulhijah 1442 H ditetapkan pada hari Selasa (20/7). Menanggapi potensi peningkatan angka penularan COVID-19, Satuan Tugas Penanganan COVID-19 menerbitkan surat edaran baru.

Surat edaran baru tersebut diperuntukkan membatasi aktivitas masyarakat selama libur Idul Adha 2021.Aturan ini berlaku mulai 18 hingga 25 Juli 2021 mendatang.

"Diputuskan adanya Surat Edaran Satgas COVID-19 sebagai payung kebijakan pembatasan aktivitas masyarakat selama libur Hari Raya Idul Adha 1442 H," kata Juru Bicara Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito, dalam jumpa pers virtual via kanal YouTube BNPB Indonesia, Sabtu (17/7/2021).

Dasar Penerbitan SE Libur Idul Adha 2021

Aturan ini berlaku sesuai Surat Edaran Nomor 15 Tahun 2021 tentang Pembatasan Aktivitas Masyarakat selama Libur Hari Raya Idul Adha 1442 H. Cakupan pembatasan antara lain terkait pembatasan mobilitas masyarakat, pembatasan kegiatan peribadatan pada hari raya, pembatasan kegiatan silaturahmi, pembatasan kegiatan tempat wisata, dan sosialisasi pembatasan aktivitas masyarakat.

"Pada prinsipnya perubahan kebijakan nasional yang dilakukan ini bukan bertujuan untuk membingungkan masyarakat, tapi semata-mata berusaha untuk tetap adaptif dengan kondisi saat ini," kata Wiku.

Ada sejumlah pertimbangan Satgas menerbitkan SE di masa libur Idul Adha 2021, yakni:

1. Karena pengalaman libur panjang yang mengakibatkan peningkatan laju penularan.

"Kita belajar dari pengalaman sebelumnya dengan libur panjang, terutama dengan Idul Fitri, ternyata tetap memicu karena ada beberapa orang yang memaksakan untuk tetap melakukan lewat jalan tikus dan seterusnya sehingga akhirnya terjadilan bobol sekarang ini," tutur Wiku

2. Tingginya laju penularan di masyarakat akibat menjamurnya klaster keluarga.

"Jadi untuk itu kita minta bahwa betul-betul orang tidak pergi ke luar daerah. Orang kalau di dalam kediaman juga memastikan dengan protokol kesehatan yang ketat, karena penularan di tingkat rumah tangga sekarang cukup tinggi pasca keluarga menjadi banyak sekarang," kata Wiku.

3. Diperlukannya optimalisasi fungsi satgas daerah/pemda.

"Fenomena ini menggambarkan bahwa protokol kesehatan belum diterapkan secara menyeluruh. 26% kelurahan di Indonesia masih rendah kepatuhannya dalam memakai masker. 28% kelurahan rendah kepatuhannya dalam menjaga jarak," kata Wiku.

4. Keputusan ini adalah hasil rapat koordinasi terbatas tingkat menteri, pemda, unsur TNI dan Polri pada 15 Juli 2021, tentang penyekatan mobilitas menjelang Idul Adha.

Selanjutnya tentang Aturan Lengkap Pembatasan Sesuai SE