Pemprov: 3 Krematorium Swasta di DKI Tak Layani Kremasi Jenazah Corona

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Minggu, 18 Jul 2021 18:39 WIB
Poster
Ilustrasi / Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Masalah kremasi warga Jakarta yang meninggal karena Corona jadi sorotan usai muncul broadcast warga yang dipatok harga puluhan juta untuk kremasi jenazah. Saat ini, tak ada layanan kremasi untuk jenazah Corona di Jakarta.

Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) Provinsi DKI Jakarta, Suzi Marsitawati mengungkapkan terdapat tiga krematorium swasta di Jakarta yang saat ini tidak menerima kremasi jenazah COVID-19, yaitu Grand Heaven, Pluit; Daya Besar, Cilincing; dan Krematorium Hindu, Cilincing

"Krematorium swasta yang menerima kremasi jenazah COVID-19 justru berada di luar wilayah Jakarta, seperti Oasis, Tangerang; Sentra Medika, Cibinong; dan Lestari, Kerawang," papar Suzi dalam keterangan tertulis Pemprov DKI, Minggu (18/7/2021).

Saat ini, pelayanan pemakaman di Jakarta sedang tinggi-tingginya. Oleh sebab itu, petugas pemakaman DKI tidak mengantar jenazah yang akan dikremasi di luar kota.

"Masyarakat yang ingin melakukan kremasi terhadap anggota keluarganya dapat dilakukan secara mandiri dan memastikan biaya langsung ke lokasi-lokasi kremasi swasta, bukan melalui oknum," katanya.

Bantah Petugas Distamhut Jadi Calo Kremasi

Geger tudingan 'kartel kremasi' ini berawal dari munculnya broadcast keluhan seorang warga Jakarta Barat. Dia mengaku dipatok harga hingga Rp 45 juta ketika ingin jenazah sang ibu dikremasi.

Distamhut DKI melakukan penelusuran atas keluhan warga itu. Suzi mengatakan petugas Palang Hitam Distamhut Provinsi DKI Jakarta hanya memberikan informasi kepada RS maupun pihak keluarga terkait lokasi kremasi swasta yang menerima jenazah COVID-19 di luar Jakarta dan tidak melakukan pengantaran jenazah ke luar kota karena meningkatnya pelayanan pemakaman di dalam kota.

"Kami telah menelusuri bahwa pada tanggal 12 Juli 2021, petugas kami tidak ada yang mengantar jenazah kremasi ke luar Jakarta. Jenazah yang dikremasi di Karawang dibawa sendiri oleh pihak keluarga. Petugas kami hanya menginformasikan bahwa krematorium di Jakarta tidak menerima kremasi jenazah COVID-19 dan yang dapat menerima adalah krematorium di luar Jakarta," ungkap Suzi.

Imbauan untuk Yayasan Kremasi

Buntut keluhan warga ini, Distamhut DKI mengimbau kepada Yayasan Kremasi agar bersurat ke RS terkait penjadwalan kremasi beserta tarifnya. Dengan demikian, tidak terjadi tawar-menawar di lapangan antara calo dan keluarga.

"Kami sarankan juga kepada warga agar tidak berhubungan dengan calo untuk pelayanan mobil jenazah dan petak makam, karena pihak RS sudah secara otomatis menghubungi Distamhut DKI Jakarta. Jika warga meninggal di rumah, segera hubungi RT/RW dan Puskesmas Kecamatan," imbaunya.

Simak video 'Pengelola Krematorium di Semarang Kewalahan Bakar Jenazah Pasien Corona':

[Gambas:Video 20detik]



(imk/dhn)