Round-Up

Tak Terima Ditegur Mabuk Berujung Warga Keroyok Paskhas AU-Bakar Rumah

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 17 Jul 2021 22:05 WIB
Pembakaran belasan rumah dan kios warga di Dogiyai, Papua
Foto: Personel Polsek Kamuu mengevakuasi korban tewas akibat terjebak di rumah yang dibakar OTK (dok. Polda Papua)
Jakarta -

Satu warga tewas, satu lainnya terluka dalam peristiwa pembakaran belasan rumah dan kios di Distrik Kamuu, Kabupaten Dogiyai, Papua. Tak hanya itu, dua prajurit elite TNI Angkatan Udara (AU), Paskhas, juga menjadi bulan-bulanan sejumlah orang tak dikenal (OTK) di Bandara Moanemani, Dogiyai.

Situasi menegangkan itu bermula pada Kamis (15/7/2021) sore, di mana sekelompok orang mabuk di area runway Bandara Moanemani, Dogiyai. Pos Paskhas yang menerima laporan itu dari masyarakat, langsung menuju runway dan menegur orang-orang yang dimaksud.

"Pukul 17.25 WIT, lima personel Satgas Paskhas yang dipimpin Serka Wartono melakukan peneguran terhadap masyarakat yang mabuk tersebut untuk keluar runway Bandara melalui jalan setapak. Kemudian personel bergegas keluar dari dalam runway dan terdapat sekumpulan masyarakat sekitar 20 orang dengan membawa panah, parang dan batu. Sekumpulan masyarakat tersebut langsung mengeroyok lima personel Satgas Paskhas," jelas Kabid Humas Polda Papua, Kombes AM Kamal dalam keterangan tertulis, Sabtu (17/7/2021).

Personel Paskhas menyelamatkan diri dengan melepaskan tembakan peringatan. Sekelompok pengeroyok pun melarikan diri. Namun, kejadian itu belum berakhir dan hanya awal dari peristiwa besar selanjutnya.

"Pukul 17.31 WIT merasa tidak terima ditegur sehingga sekelompok warga tersebut melakukan perlawanan dan sekitar 20 orang lagi ikut menyerang dengan parang dan kapak karena diprovokasi. Dari aksi tersebut, terdapat dua korban dari personel Paskhas, yang kemudian korban dibawa menuju unit pelayanan RSUD, Kampung Kimupugi, Distrik Kamuu, Kabupaten Dogiyai menggunakan mobil ambulans Bandara Moanemani," kata Kamal.

Malam harinya, sekitar pukul 19.35 WIT, datang sekumpulan massa di Kampung Ekimanida, Distrik Kamuu, Kabupaten Dogiyai. Kemudian pukul 20.49 WIT, massa mulai membakar bengkel dan warung bakso milik Iwan, yang merupakan warga pendatang.

Kejadian ini membuat takut warga pendatang lainnya, yang akhirnya memilih menyelamatkan diri ke kantor-kantor aparat keamanan di Kabupaten Dogiyai. Sepeninggal warga pendatang, kelompok OTK ini lanjut membakar bangunan dan rumah-rumah.

Kebrutalan sejumlah orang ini tak berhenti di Kampung Ekimanida. Mereka berlanjut mendatangi Kampung Ikabo pada subuh harinya, Jumat (16/7). Pada pukul 04.45 WIT, kelompok anarkis itu membakar sekaligus menjarah isi toko dan bangunan milik warga.

Pembakaran belasan rumah dan kios warga di Dogiyai, PapuaFoto: Pembakaran belasan rumah dan kios warga di Dogiyai, Papua (dok. Polda Papua)

Simak berita selengkapnya di halaman berikutnya.