Pembakaran Rumah-Kios di Dogiyai Papua, 2 Anggota Paskhas AU Jadi Korban

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 17 Jul 2021 10:44 WIB
Pembakaran di Dogiyai, Papua
Pembakaran di Dogiyai, Papua (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Dua prajurit Pasukan Khas (Paskhas) TNI Angkatan Udara (AU) terluka dalam pengeroyokan yang diduga dilakukan sekelompok warga pembakar rumah dan kios di Kabupaten Dogiyai, Papua. Dua korban luka bernama Didik Prayudi dan Atok Tri Utomo.

"Didik Prayudi terkena pukulan menggunakan batu di bagian kepala atas leher. Atok Tri Utomo terkena parang," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal dalam keterangan tertulis, Sabtu (17/7/2021).

Kamal menjelaskan kedua korban lalu dievakuasi ke RSUD setempat menggunakan mobil ambulans milik Bandara Moanemani. "Korban dibawa menuju unit pelayanan RSUD, Kampung Kimupugi, Distrik Kamuu, Kabupaten Dogiyai, menggunakan mobil ambulans Bandara Moanemani," sambung Kamal.

Seperti diketahui, seorang warga pendatang, Hendrik Simatupang, tewas dalam peristiwa pembakaran rumah dan kios di Dogiyai pada Kamis (15/7). Hendrik diduga tak bisa melarikan diri dari rumahnya yang dibakar lantaran dalam kondisi sakit.

Dalam peristiwa pembakaran, 13 rumah beserta dan 19 kios beserta isinya hangus. Pembakaran terjadi hingga pukul 04.45 WIT keesokan harinya (Jumat, 16/7) dan merambat sampai Kampung Ikabo.

Pemicu pembakaran itu adalah teguran Paskhas TNI Angkatan Udara (AU) ke sejumlah warga yang mabuk di runway Bandara Moanemani, Kabupaten Dogiyai, Papua.

"Pukul 17.08 WIT, kejadian berawal saat Pos Satgas Paskhas Pos Moanemani mendapat laporan dari masyarakat bahwa adanya sekelompok orang yang mabuk miras di runway Bandara Moanemani. Pukul 17.25 WIT, lima personel Satgas Paskhas yang dipimpin Serka Wartono melakukan peneguran terhadap masyarakat yang mabuk tersebut untuk keluar dari runway Bandara melalui jalan setapak," jelas Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal dalam keterangan tertulis, Sabtu (17/7/2021).

Setelah menegur sekelompok warga mabuk di runway, personel Paskhas melihat sekitar 20 orang membawa panah, parang, dan batu. Tiba-tiba mereka melampiaskan kemarahan kepada personel pasukan elite TNI AU tersebut.

"Kemudian personel bergegas keluar dari runway dan terdapat sekumpulan masyarakat sekitar 20 orang dengan membawa panah, parang, dan batu. Sekumpulan masyarakat tersebut langsung mengeroyok lima personel satgas Paskhas," ujar Kamal.

(aud/idh)