Pilu 2 Pekan PPKM Darurat, Pasien Isoman Meninggal-Oksigen Sulit Didapat

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 17 Jul 2021 12:34 WIB
Poster
Ilustrasi PPKM darurat (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat darurat atau PPKM darurat sudah berjalan selama dua pekan. Banyak cerita pilu yang terjadi selama dua pekan ini, mulai pasien Corona meninggal saat isolasi mandiri (isoman), rumah sakit penuh, hingga warga kesulitan mendapatkan oksigen.

Dirangkum detikcom, Sabtu (17/7/2021), ada sejumlah kisah pilu soal pasien Corona meninggal saat isoman di masa PPKM darurat, yang berlaku sejak 3 Juli 2021. Berikut di antaranya:

1. Pria di Ciputat, Tangerang Selatan

Pria berusia 25 tahun ditemukan meninggal dunia di apartemen Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), Banten. Pria tersebut meninggal dunia saat menjalani isolasi mandiri karena terpapar COVID-19.

"Dia itu (sedang) isolasi mandiri karena dia positif COVID dan dia kontrak di situ, lalu dia meninggal," kata Kapolsek Ciputat Timur Kompol Jun Nuhaida saat dihubungi, Minggu (11/7).

Jun mengatakan pria tersebut tinggal seorang diri di apartemen tersebut. Namun kondisinya yang memburuk menyebabkan pasien tersebut meninggal dunia.

"PCR sudah positif, bukan karena terlambat penanganan, tapi karena sekarang COVID ini banyak yang meninggal tetapi bukan karena terlambat. Mungkin kondisinya menurun. Apalagi dia sendiri di situ," jelasnya.

2. Lumajang, Jawa Timur

Pria berusia 45 tahun di Lumajang juga meninggal saat melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumahnya. Pria tersebut menjalani isoman di Desa Purwosono, Kecamatan Sumbersuko. Pria tersebut ditemukan meninggal di atas tempat tidurnya sekitar pukul 16.00 WIB, Sabtu (10/7/2021).

"Almarhum ini melakukan isoman sejak 29 Juni hingga ditemukan meninggal dunia pada 10 Juli," ujar Kepala Desa Purwosono Hendrik Dwi Martono kepada detikcom.

3. Lenteng Agung, Jakarta Selatan

Kisah serupa dialami oleh seorang warga di Lenteng Agung, Jakarta Selatan (Jaksel). Dia terpapar virus Corona, lalu meninggal dunia saat isolasi mandiri di rumah. Warga tersebut tak tertolong lantaran rumah sakit penuh.

"Warga RT 05 RW 08 sedang ditangani tim pemulasaraan jenazah Lenteng Agung," kata Lurah Lenteng Agung, Bayu Pasca Soengkono, kepada detikcom, Jumat (9/7/2021).

Bayu mengungkapkan pihaknya sudah berupaya mencarikan rumah sakit untuk warga tersebut. Namun sulitnya mendapatkan rumah sakit membuat warga tersebut tidak tertolong.

"Karena memang RS sedang full dan kita selalu koordinasi dengan puskesmas memantau yang isolasi mandiri. Baik memberikan bantuan sembako maupun obat-obatan," ucap dia.

Data Relawan LaporCovid-19

Kelompok relawan LaporCovid-19 melaporkan data pasien Corona yang meninggal di luar fasilitas kesehatan. Data tersebut menunjukkan ada 547 orang yang meninggal dunia saat melakukan isolasi mandiri (isoman).

Data tersebut ditampilkan lewat dashboard Quick Count lacak kematian isoman dan di luar RS. Per 14 Juli 2021 pukul 10.19 WIB, LaporCovid-19 menerima laporan 547 pasien Corona yang meninggal dunia saat isoman.

Dalam data tersebut, Jawa Barat menjadi provinsi dengan kasus kematian pasien isoman tertinggi. Tercatat ada 209 orang yang meninggal ketika isoman di Jawa Barat. Kemudian 104 orang meninggal di Yogyakarta, 65 orang di Banten, 63 orang di Jawa Timur, 51 orang di DKI, dan 36 orang di Jawa Tengah. Namun data tersebut bukan hanya berasal dari pasien isoman meninggal selama PPKM darurat.

"Angka tidak menggambarkan penambahan persis hari ini, karena temuan hasil lacak kematian juga tetap dicatat walaupun tanggal kejadian kematian sudah lewat selagi masih dalam rentang bulan Juni 2021 dan seterusnya," tulis LaporCovid-19 dalam keterangannya, Rabu (14/7).

Oksigen Medis Sulit Didapat

Melonjaknya kasus Corona membuat oksigen medis menjadi barang yang diburu masyarakat. Stok oksigen medis di sejumlah rumah sakit juga sempat terkendala lantaran banyaknya pasien Corona yang masuk.

Kementerian Kesehatan pun angkat bicara dan menyebut akan mencarikan solusi terbaik dari permasalahan tersebut.

"Permasalahan ini sedang kita coba carikan solusi dan jalan terbaik ya," jelas juru bicara Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi lewat pesan singkat kepada detikcom, Minggu (4/7).

Lihat juga Video: Orang-orang Baik di Tengah Pandemi

[Gambas:Video 20detik]