Update COVID Hari Ini: Kabar Terbaru soal Solusi Oksigen yang Kian Menipis

Tim detikcom - detikNews
Senin, 05 Jul 2021 14:17 WIB
Update COVID Hari Ini: Kabar Terbaru Soal Solusi Oksigen yang Kian Menipis
Update COVID Hari Ini: Kabar Terbaru soal Solusi Oksigen yang Kian Menipis (Dian Utoro Aji/detikcom)
Jakarta -

Update COVID hari ini datang dari kian menipisnya stok oksigen di sejumlah daerah di Indonesia. Kementerian Kesehatan pun angkat bicara dan menyebut akan mencarikan solusi terbaik dari permasalahan tersebut.

"Permasalahan ini sedang kita coba carikan solusi dan jalan terbaik ya," jelas Juru Bicara Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi lewat pesan singkat kepada detikcom, Minggu (4/7/2021).

Update COVID Hari Ini: Dorong Industri Gas Produksi Oksigen

Siti menyebut salah satu solusi yang bisa dilakukan adalah mendorong industri gas memprioritaskan produksi oksigen.

"Mendorong industri untuk mengalihkan produksi gasnya prioritas ke produksi oksigen kesehatan," tuturnya.

Update COVID Hari Ini: Produksi Oksigen Dialihkan ke Sektor Kesehatan

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan seluruh produksi oksigen dalam negeri dialihkan untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit. Sebelumnya, sektor kesehatan hanya mendapatkan 25 persen dari total produksi.

"Oksigen ini juga sebenarnya karena ada peningkatan 3-4 kali mungkin jumlah yg dibutuhkan jadi distribusi sempat tersendat. Tapi ada pengaturan dari 5 produsen oksigen kita minta 100% dikasihkan ke masalah kesehatan," ungkap Luhut dalam konferensi pers virtual, Senin (5/7/2021).

Kini dipastikan kebutuhan oksigen telah teratasi. Opsi impor gas oksigen sedang dipertimbangkan jika stok masih kurang.

"Memang oksigen, beberapa tempat kurang ini kita atasi. Bahkan ada malah kita opsi mengimpor dan sekarang on going," ungkap Luhut.

Sementara itu, Menkes Budi Gunadi menyebut sudah mendapat komitmen dari Kementerian Perindustrian untuk alih alokasi produksi oksigen. Sebesar 90% produksi oksigen dalam negeri akan dialihkan ke sektor medis.

"Kami sudah mendapatkan komitmen dari Kementerian Perindustrian, kita sudah koordinasi dengan Menteri Perindustrian agar konversi oksigen dari industri ke medis diberikan, sampai 90%, jadi sekitar 575 ribu ton per tahun produksi oksigen dalam negeri akan dialokasikan untuk medis," ujar Menkes Budi.

Menurut Menkes Budi sebelumnya sektor medis hanya mendapat 25 persen atau 181 ribu ton per tahun, sementara 75 persen untuk oksigen industri seperti industri baja dan nikel. Diketahui kapasitas produksi oksigen nasional ada 866 ribu ton per tahun namun semua pabrik membutuhkan 75% pasokan sehingga riil yang diproduksi setiap tahun adalah 640 ribu ton.

Disebutkan produksi di Jawa Tengah juga termasuk yang paling sedikit. Wilayah Jawa Barat dan Jawa Timur yang diketahui memiliki banyak logistik oksigen.

"Kita memang menyadari ada isu dari sisi distribusi, karena memang Jawa Tengah paling sedikit produksi oksigennya, banyaknya ada di Jawa Barat, Jawa Timur. Jadi kita harus ada logistik yang disalurkan ke sana," imbuhnya.

Update COVID Hari Ini: Pemerintah Bakal Impor Tabung Oksigen

Bertambahnya kamar-kamar darurat pasien COVID-19 membuat distribusi oksigen lebih banyak menggunakan tabung. Menkes pun berkoordinasi untuk melakukan impor tabung oksigen.

"Karena formatnya rumah sakit banyak menggunakan tabung, karena tambahan kamar-kamar darurat, sehingga tidak menggunakan oksigen yang sifatnya liquid, sehingga kita melihat ada sedikit isu distribusi yang tadinya kita kirim truk besar langsung masukan ke tangki besar likuid untuk didistribusikan ke jaringan oksigen, sekarang harus dilakukan dengan tabung," ucap Menkes Budi Gunadi Sadikin.

"Sehingga kita juga dengan Menteri Perindustrian sudah berkoordinasi untuk impor tabung yang 6 meter kubik dan 1 meter kubik untuk memenuhi ruang-ruang darurat tambahan yang ada di rumah sakit," imbuhnya.

Simak video 'Menkes Ungkap Isu Distribusi Jadi Masalah Ketersediaan Oksigen Nasional':

[Gambas:Video 20detik]



(izt/dhn)