PAN Ungkit soal Vaksin Berbayar di Acara Vaksinasi Massal: Harus Gratis

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Sabtu, 17 Jul 2021 11:50 WIB
Sekjen PAN, Eddy Soeparno hadiri acara vaksinasi massal COVID-19 yang digelar partainya
Sekjen PAN Eddy Soeparno menghadiri acara vaksinasi massal COVID-19 yang digelar partainya di Uhamka. (Adhyasta Dirgantara/detikcom)
Jakarta -

Partai Amanat Nasional (PAN) menggelar vaksinasi massal untuk masyarakat umum di lapangan gedung Pascasarjana Uhamka, Jakarta Selatan (Jaksel), hari ini. Sekjen PAN Eddy Soeparno mengungkit polemik vaksin COVID-19 berbayar, dan menegaskan warga harus divaksinasi secara gratis.

"Secara prinsip, namanya vaksin itu ada dua pokok prinsipnya. Pertama, cepat, harus dipesan secara cepat. Distribusi harus cepat. Divaksinasi kepada warga harus cepat. Kedua itu gratis. Jadi harus diberikan gratis kepada masyarakat, tidak boleh masyarakat membayar membeli vaksin itu," ujar Eddy kepada wartawan, Sabtu (17/7/2021).

Eddy mengatakan vaksinasi harus cepat diselesaikan demi tercapainya herd immunity. Dengan demikian, kehidupan new normal bisa berjalan.

"Karena semakin cepat kita vaksinasi, semakin cepat herd immunity terbentuk, semakin cepat kita bisa memulai kehidupan new normal," tuturnya.

PAN menyediakan 1.300 dosis vaksin hari ini. Adapun peserta yang mendaftar mencapai 1.200 orang. Jenis vaksin yang digunakan ialah Sinovac.

Eddy menjelaskan program vaksinasi yang dilaksanakan PAN merupakan bentuk dukungan kepada pemerintah. Bahkan, besok, pihaknya bakal kembali menggelar vaksinasi massal COVID-19 di Bandung, Jawa Barat.

"Jumlah yang saat ini kita siapkan vaksinasinya kurang-lebih 1.300. Jadi kita sudah siapkan 2.600 vaksin untuk dua kali vaksinasi. Hari ini kita laksanakan untuk masyarakat umum. Jadi kita laksanakan vaksinasi dalam rangka ikut mendukung program pemerintah mempercepat vaksinasi terhadap masyarakat umum," kata Eddy.

"Dan besok di hari Minggu kita akan laksanakan hal yang sama dengan jumlah sama di Jawa Barat, di Kota Bandung," sambungnya.

Eddy mengaku animo masyarakat sangat tinggi yang ingin ikut program vaksinasi oleh PAN. Meski ramai peminat, kata Eddy, PAN membatasi jumlah pendaftar dan menerapkan protokol kesehatan di lokasi kegiatan.

"Betul-betul prokes kita jaga, sangat sistematis, sangat tertib pelaksanaannya dan kita mengurangi masuknya peserta vaksin ini agar tidak terjadi penumpukan massa. Jenisnya Sinovac. Sinovac telah dinyatakan aman dan dipergunakan untuk anak-anak usia 12 tahun ke atas. Banyak juga kita siapkan ke anak-anak dan hadirin," imbuh Eddy.

Jokowi Batalkan Vaksinasi Berbayar!

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan membatalkan vaksin COVID-19 berbayar bagi individu yang sebelumnya direncanakan akan disalurkan melalui Kimia Farma. Pernyataan pembatalan vaksin berbayar tersebut disampaikan oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

"Setelah mendapatkan masukan dan juga respons dari masyarakat, Presiden telah memberikan arahan dengan tegas untuk vaksin berbayar yang rencananya disalurkan melalui Kimia Farma semuanya dibatalkan dan dicabut," kata Pramono di Istana Negara, Jakarta, Jumat (16/7).

Dengan demikian, seluruh vaksinasi akan tetap menggunakan mekanisme seperti yang telah berjalan saat ini. Vaksin tetap gratis bagi seluruh masyarakat.

"Semua vaksin tetap dengan mekanisme yang digratiskan seperti yang disampaikan oleh Bapak Presiden sebelumnya," imbuhnya.

Sementara itu, terkait dengan vaksinasi gotong royong, mekanismenya tetap dilakukan melalui perusahaan. Perusahaanlah yang akan menanggung seluruh biaya vaksinasi bagi karyawannya.

"Hal yang berkaitan dengan vaksin gotong royong, mekanismenya tetap dilakukan melalui perusahaan dan perusahaan yang akan membayar kepada seluruh karyawan yang ada. Sehingga dengan demikian mekanisme untuk seluruh vaksin, baik itu yang gotong royong maupun yang sekarang mekanisme sudah berjalan digratiskan oleh pemerintah," ungkap Pramono.

(aud/aud)