Puan Minta Pemerintah Paparkan Evaluasi PPKM Darurat Sebelum Perpanjang

Tim Detikcom - detikNews
Sabtu, 17 Jul 2021 10:45 WIB
Puan Maharani
Ketua DPR Puan Maharani (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah menyampaikan hasil evaluasi PPKM darurat, yang berlangsung pada 3-20 Juli 2021, sebelum melakukan perpanjangan. Puan menilai hasil evaluasi PPKM darurat itu penting diketahui masyarakat sebagai pihak yang turut merasakan dampak kebijakan tersebut.

Puan meminta pemerintah menyampaikan dulu evaluasi kekurangan PPKM darurat periode pertama, barulah kemudian melakukan perpanjangan PPKM darurat. Menurutnya, perpanjangan PPKM darurat harus disertai alasan.

"Lalu juga harus dipaparkan apa saja dampak positif PPKM darurat yang sudah dirasakan hingga saat ini. Meski dampak positifnya katakanlah masih kecil, tetap harus disampaikan agar masyarakat yakin kita sudah di jalan yang benar, " ujar Puan dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (17/7/2021).

Selain itu, Puan mengingatkan pemerintah pentingnya membangun kepercayaan masyarakat dengan meningkatkan komunikasi yang baik agar PPKM darurat berikutnya bisa berjalan efektif. Puan meminta pemerintah jangan sampai menyia-nyiakan kepercayaan rakyat ini.

"Perlu membangun kepercayaan masyarakat kepada pemerintah bahwa ada dampak nyata PPKM darurat ini meski kasus masih fluktuatif. Hal ini akan meningkatkan kepatuhan masyarakat selama PPKM darurat termasuk perpanjangannya," ujar Puan.

Selain evaluasi, Puan meminta pemerintah menjelaskan langkah-langkah PPKM darurat berikutnya.

"Misalnya akan ada sistem monitoring yang akurat berdasarkan teknologi digital per daerah, pelaksanaan testing yang lebih masif untuk menentukan langkah ke depan, penambah kamar rumah sakit dan isoman, serta menggenjot pelaksanaan vaksinasi," ungkapnya.

Puan juga menyoroti rendahnya serapan anggaran penanganan COVID-19. Ia menilai masih minimnya serapan anggaran tidak sepatutnya terjadi ketika keselamatan rakyat benar-benar menjadi landasan gerak para pemangku kebijakan.

"Refocusing anggaran harus diarahkan untuk menyelamatkan nyawa rakyat di situasi kedaruratan seperti sekarang," ujar Puan.

Puan meminta agar anggaran penanganan COVID-19 perlu segera diserap untuk belanja hal-hal yang mendesak, seperti pembukaan rumah sakit darurat dan layanan telemedicine bagi pasien isoman.

Dia menambahkan, di situasi saat ini, semangat gotong royong harus dicontohkan dengan nyata oleh pemerintah pusat dan daerah, tanpa harus saling tunggu, apalagi lempar tanggung jawab.

(yld/idh)