Kisah Penjual Bubur di Bandung Berbagi buat Pasien Corona yang Isoman

Nurcholis Ma - detikNews
Jumat, 16 Jul 2021 21:06 WIB
Bule Makan Bubur Ayam
Ilustrasi/Foto: iStock
Jakarta -

Sejak pertengahan 2020 atau ketika pandemi COVID-19 mulai mewabah di Indonesia, Gufron, pemilik Bubur Ayam Alan Jaya di Bandung sudah memikirkan bagaimana orang-orang yang tengah menjalani isolasi mandiri (isoman) memenuhi kebutuhan pangannya. Apalagi yang tinggal di rumah atau kamar kontrakan.

"Gimana mau bisa isoman kalau tidak ada yang menyuplai makanan," ujar Gufron dalam keterangan tertulis KPC PEN, Jumat (16/7/2021).

Hal itu membuat Gufron, istrinya, dan ibu-ibu di lingkungan sekitar tempat tinggalnya mulai menggalang dana kebutuhan untuk pasien COVID-19 yang tengah melakukan isolasi mandiri. Sedangkan Gufron berinisiatif mulai menyediakan sarapan dan makan malam dengan menu bubur serta kebutuhan lainnya.

Kemudian saat diterapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Bandung, Gufron memperluas bantuannya. Dia mulai membuat pengumuman di media sosial bagi masyarakat, yaitu kalau ada keluarga, sahabat, atau siapapun di Kota Bandung yang tengah isolasi mandiri serta membutuhkan sarapan dan makan malam, bisa menghubungi Bubur Ayam Alan Jaya.

"Ini gratis untuk makan yang sedang isolasi mandiri, kami antarkan langsung melalui layanan antar," kata Gufron.

Dia pun menambah persyaratan bagi permohonan bantuan agar melampirkan hasil PCR positif. Kemudian untuk radius 2 km dari outlet gratis ongkos kirim dan lebih dari itu ongkos kirim ditanggung penerima.

Titik Lokasi pengiriman di Jalan Terusan Suryani No 30 Kelurahan Warung Muncang Kecamatan Bandung Kulon. Pemesanan cukup mengetik nama, alamat lengkap, dan foto hasil PCR positif. Menurutnya, berbagi bubur ini sudah berlangsung sejak 7 Juli lalu dan jam operasionalnya berlangsung untuk pagi pukul 06.00-09.00 WIB dan sore jam 16.00-19.00 WIB.

"Apabila stok berjalan habis maka akan dikirim keesokan harinya," ujarnya.

Dia mengatakan hingga saat ini sudah 2.500-3.000 porsi bubur yang dibagikan gratis kepada masyarakat yang membutuhkan. Untuk pengantaran paling jauh pernah ke Cikadut dan Kabupaten Bandung Barat.

Gufron menyebut kendala yang dihadapi saat ini di antaranya membeli wadah plastik karena sedang PPKM Darurat jadi toko banyak yang tutup. Selain itu, ongkos kirim bubur yang mahal kalau jarak pengiriman jauh. Dia bersyukur kegiatan berbagi sarapan dan makan malam bubur ini mulai ada yang membantu.

"Awalnya (berasal dari) dana tabungan buat kredit rumah, tapi untuk sekarang sudah ada yang sedikit-sedikit membantu," tutur Gufron.

Sementara itu, Koordinator Komunikasi Publik Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Indonesia (KPCPEN), Arya Sinulingga mengapresiasi terhadap apa yang dilakukan Gufron. Dia mengatakan dalam menghadapi situasi tingginya kasus harian COVID-19, perlu adanya sebuah kolaborasi yang tangguh dari seluruh elemen masyarakat.

"Di masa-masa seperti inilah kita tunjukkan bahwa kita adalah bangsa yang tangguh dan kuat. Bangsa yang diisi masyarakat dengan kepedulian tinggi, saling membantu. Kita harus bergotong royong agar kita bisa segera pulih dan bangkit dari pandemi ini," ujar Arya.

Simak video 'Daftar Jadwal dan Kontak Relawan Dokter untuk Pasien Isoman COVID-19':

[Gambas:Video 20detik]



(ncm/ega)