RS Modular Corona Pertamina di Tanjung Duren Ditarget Rampung Agustus

Yudistira Perdana Imandiar - detikNews
Jumat, 16 Jul 2021 19:41 WIB
Progres Pembangunan RS Modular Pertamina
Foto: Pertamina
Jakarta -

Rumah Sakit Modular Darurat COVID-19 Pertamina di Tanjung Duren, Jakarta Barat ditargetkan rampung pada Agustus 2021 mendatang. RS Modular itu memiliki kapasitas 300 tempat tidur untuk pasien COVID-19.

Adapun alokasi tempat tidur yang disediakan yakni 128 bed untuk ruang perawatan, 70 bed di ruang IGD dan IGD ICU, serta 104 bed khusus untuk di Gedung ICU. Pembangunan RS Modular di lahan seluas 4.2 hektare ini dilakukan oleh salah satu anak usaha Pertamina, PT Patra Jasa. RS Modular Tanjung Duren Pertamina akan menjadi ekstensi dari RS Pelni yang juga merupakan anak usaha Pertamedika-IHC.

Saat meninjau pembangunan RS Modular Tanjung Duren, Ketua Satgas COVID-19 DPR RI Sufmi Dasco mengapresiasi Pertamina Grup yang berkomitmen menyediakan rumah sakit tambahan bagi pasien COVID-19.

"Kami apresiasi dan dalam waktu dekat saya pikir dengan kerja yang cepat, fasilitas sudah bisa dimanfaatkan secara bertahap. Kami lihat dari desain dan lainnya day to day progress report tertata dengan baik," kata Sufmi dalam keterangan tertulis, Jumat (16/7/2021).

Sementara itu, Direktur Penunjang Bisnis Pertamina Dedi Sunardi yang mendampingi Sufmi menyatakan Pertamina membantu pemerintah dengan meningkatkan ketersediaan fasilitas perawatan pasien COVID-19. Dedi menyampaikan pihaknya mengapresiasi perhatian dan dukungan DPR RI dalam upaya penanggulangan COVID-19 di Indonesia.

"Pada pembangunan ini, Pertamina terus berkoordinasi dengan KBUMN serta melakukan sinergi Pertamina Group dan BUMN lainnya. Diharapkan dalam 2 minggu ke depan dapat selesai secara bertahap," jelas Dedi.

Direktur Utama Pertamedika dr. Fathema Djan menambahkan selain RS Modular Tanjung Duren, Pertamedika juga mengelola RS darurat COVIZD-19 di Asrama Haji Pondok Gede. Selain itu, dr. Fathema mengungkapkan ada beberapa lokasi di Bandung yang tengah dikaji untuk fasilitas darurat COVID-19.

"Kita akan bersinergi dengan beberapa BUMN lain seperti Kimia Farma, Telkom dan Pindad untuk menyediakan fasilitas perawatan COVID-19," jelas dr. Fathema.

RS Modular Tanjung Duren akan dilengkapi negative pressure dan filter HEPA sehingga udara yang dilepaskan keluar rumah sakit tetap aman untuk lingkungan. RS ini akan dilengkapi ruang operasi, ruang laboratorium, radiologi (CT Scan dan X-Ray), instalasi farmasi, instalasi gizi, ruang sentral sterilisasi, ruang laundry, dan ruang pemulasaraan jenazah.

Seperti halnya RS modular Simprug, RS Modular Tanjung Duren juga akan dilengkapi instalasi hemodialisis (terapi cuci darah) untuk pasien COVID-19 yang membutuhkan cuci darah dan ruang bersalin bagi ibu hamil positif COVID-19.

Plt. Direktur Utama Patra Jasa Litta Ariesca menambahkan design site RS Modular di Tanjung Duren ini dibangun dengan memaksimalkan potensi lahan dan kemungkinan pengembangan ke depan.

Ia menerangkan sistem modular dipilih karena pembangunan mengusung konsep prefabrikasi. Material penyusun bangunan diproduksi secara massal lalu dikirim ke site dan dipasang, sehingga mempercepat waktu pembuatan konstruksi. Ia menegaskan material yang digunakan awet, sudah teruji dan bersertifikat tahan gempa.

"Hingga saat ini pembangunan berjalan sesuai target dan sebagaimana RS Modular lainnya yang telah dibangun, RS modular Tanjung Duren juga dibangun mengikuti standar WHO," kata Litta.

Hadir pula dalam kunjungan tersebut anggota Satgas COVID-10 DPR RI Bambang Haryadi, Andre Rosiade, Muchamad Nabil Haroen, dan Emanuel Melkindes Laka Lena. Sebagai informasi, Pertamina juga telah membangun RS Modular di Simprug, Jakarta Selatan dan di halaman Hotel Patra Comfort Cempaka Putih, Jakarta Barat.

(ncm/ega)