Corona Menggila, Kementerian-Lembaga Sinergi Perkuat Fasilitas Kesehatan

Nurcholis Maarif - detikNews
Kamis, 15 Jul 2021 22:50 WIB
Sejumlah rumah sakit di Jakarta mulai fungsikan tenda darurat sebagai tempat penanganan pasien Corona. Salah satunya RSUD Kramat Jati di Jakarta Timur.
Foto: Andhika Prasetia/Detikcom
Jakarta -

Pemerintah melakukan mitigasi dan berkoordinasi dengan lintas lembaga dalam menyikapi lonjakan kasus COVID-19. Salah satunya Kementerian Kesehatan yang menginstruksikan agar rumah sakit yang menyelenggarakan layanan COVID-19 segera mengalihfungsikan tempat tidur perawatan.

Rinciannya yaitu sebanyak 40% bagi ruang isolasi pasien COVID-19 di zona merah, 30% di zona oranye, dan 20% di zona kuning. Sedangkan penambahan ICU untuk perawatan COVID-19 di zona merah 25%, 15% di zona oranye, dan 10% di zona kuning.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan, dr Azhar Jaya menjelaskan pemerintah terus berusaha keras untuk menambah jumlah tempat tidur yang saat ini.

"Pada Mei lalu Kemenkes telah menambah tempat tidur sebanyak 40.000, jadi saat ini ada sebanyak 120.104. Ini berkat kerja sama dan dukungan yang kuat dari Kemenkes, Pemerintah Daerah, TNI-POLRI dan BUMN dalam hal ini Pertamina dengan anak usahanya Pertamedika untuk menambah tempat tidur secara cepat," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (15/7/2021).

Pada Dialog Produktif KPCPEN yang ditayangkan di FMB9ID_IKP hari ini, dr Azhar juga berterima kasih kepada Kementerian Agama dan Kementerian PUPR atas partisipasinya mempercepat penyediaan tempat tidur tambahan.

"Sangat membantu dalam penanganan walaupun belum bisa memenuhi semuanya karena peningkatan kasus COVID-19 yang signifikan," ujarnya.

Kemudian dr. Azhar menjelaskan akan ada dua jenis rumah sakit yang ada di asrama haji Pondok Gede ini, yaitu yang bisa menangani ICU untuk gejala sedang sampai dengan berat dengan kapasitas 100 tempat tidur yang dikelola oleh Pertamedika (IHC), berlokasi di depan RS Arafah yang sebentar lagi segera beroperasi. Untuk kapasitas yang nantinya Kemenkes kelola kurang lebih 900 tempat tidur untuk menangani pasien bergejala sedang dan saat ini sudah beroperasi sebanyak 144 tempat tidur.

"Namun yang saat ini yang baru beroperasi adalah RSD Wisma Haji yang bisa menangani gejala sampai dengan sedang, belum bisa untuk gejala yang berat," terangnya.

Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Khoirizi menyampaikan seluruh Asrama Haji di Indonesia siap membantu menangani masalah COVID-19 ini.

"Sudah ada 8 asrama haji yang intens digunakan sebagai RS Darurat COVID-19, paling tidak sebagai tempat isolasi. Ada Pondok Gede, Surabaya, Balikpapan, Lombok, Gorontalo, DIY, Semarang, dan Ambon," ujarnya.

Diungkapkannya, berkat kerja sama semua pihak terkait, hari ini semuanya sudah berjalan dan sudah mulai merawat pasien di Asrama Haji Pondok Gede. Dari semua usaha pemerintah dan pihak terkait, H. Khoirizi menegaskan bahwa tidak ada yang lebih bisa membantu kecuali peran kita semua.

"Kalau masyarakat masih tidak taat terhadap kebijakan pemerintah, maka mustahil ini semua dapat kita atasi. Oleh sebab itu, protokol kesehatan dan vaksinasi menjadi kunci untuk kita segera bisa memutus rantai COVID-19 ini," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fajriyah Usman menyampaikan Pertamina terus berfokus untuk menambah ketersediaan tempat tidur. Selain itu, Pertamina sedang membangun Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) lainnya yang berlokasi di Tanjung Duren. Pertamina juga telah mendedikasikan lebih dari 350 kamar di hotel Patra Jasa yang tersebar di seluruh Indonesia untuk para tenaga kesehatan atau tenaga medis.

(akn/ega)