Pertamina Dapat Penghargaan di Ajang AKHLAK Award 2021

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Jumat, 16 Jul 2021 14:55 WIB
Pertamina
Foto: dok. Pertamina
Jakarta -

PT Pertamina (Persero) meraih penghargaan AKHLAK Award 2021 untuk kategori Indeks Keseimbangan Fokus Organisasi dengan nilai A atau 100 % (High Positive Balance Index). Perseroan dinilai memiliki fokus kinerja terintegrasi dan merata pada 6 kesadaran, yakni Meaning Purpose, Sustainability, Relationship, Performance, Growth dan Common Goals.

Ajang Akhlak Award diselenggarakan oleh ACT Consulting International dengan tujuan untuk membawa BUMN menjadi world Class Corporation yang bisa bersaing di ranah global. Adapun metode penilaian yang digunakan yaitu metode Akhlak Culture Health Index-ACHI.

Pjs. SVP Corporate Communications & Investor Relations Pertamina, Fajriyah Usman mengatakan penghargaan ini merupakan wujud apresiasi kepada seluruh pimpinan dan pekerja perseroan yang telah menerapkan core value AKHLAK dalam menjalankan aktivitas di semua lini operasional perusahaan.

Menurutnya, pencapaian tersebut tidak terlepas dari implementasi SDGs dan ESG di seluruh wilayah operasional Pertamina.

"Komitmen penuh perusahaan pada lingkungan, sosial dan tata kelola yang baik akan terus menjadi pijakan pada operasional lini bisnis Pertamina dan berlaku pada seluruh pekerja dan manajemen perusahaan," kata Fajriyah dalam keterangan tertulis, Jumat (16/7/2021).

Penghargaan ini menurutnya akan semakin mendorong insan Pertamina untuk meningkatkan komitmen dan penerapan nilai karakter unggul. Dengan begitu Pertamina bisa bersaing menjadi perusahaan berkelas internasional.

Sementara itu, Menteri BUMN, Erick Thohir menjelaskan budaya AKHLAK menjadi pijakan agar BUMN bisa tetap adaptif keluar dari comfort zone. Dia menilai perseroan perlu melakukan transformasi tidak hanya pada model bisnis dan operasional, melainkan juga di sektor human capital.

Jika tidak berubah, lanjut Erick Thohir, BUMN bisa saja mengalami keruntuhan. Runtuhnya BUMN dinilai bisa berdampak buruk pada kemudahan layanan masyarakat.

"Kita dapat amanah kelola kekayaan Negara yang jumlahnya sangat besar. Jadi penopang ekonomi dan lokomotif bangsa juga agen pembangunan," pungkasnya.

(prf/ega)