RI Impor Remdesivir dari India dan Gammaraas dari China

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 16 Jul 2021 14:54 WIB
Menkes Budi Gunadi Sadikin (Rusman/Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Indonesia mencari obat terapi COVID-19 ke berbagai negara. Remdesivir didatangkan dari China dan obat Gammaraas didatangkan dari China. Namun ada satu jenis obat yang belum berhasil diburu Indonesia. Apa itu?

"Kami menyadari bahwa ada obat-obatan impor yang memang secara global suplainya juga sangat ketat," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam siaran pers via YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (16/7/2021).

Untuk Remdesivir, Indonesia akan mengimpor dari India, Pakistan, dan China. Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi telah melakukan lobi-lobi ke India supaya keran ekspor Remdesivir India dibuka.

"Dan sudah mulai masuk 50 ribu vial minggu ini dan nanti bertahap 50 ribu vial setiap minggu," kata Budi.

Ada satu obat yang masih belum berhasil diburu RI, yakni obat bernama Actemra bikinan Roche di Swiss. RI sudah menghubungi pabriknya.

"Kami sudah bicara dengan CEO-nya Roche, dan memang diakui ada global supply yang ketat, sehingga dengan stok yang ada sekarang masih jauh dari yang kita butuhkan," kata Budi.

Simak video 'Kemenkes Impor Dua Obat Terapi COVID-19':



Selanjutnya, cari alternatif Actemra sampai AS:




(dnu/tor)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork