Daftar BPJS Kesehatan, Warga Ini Niat untuk Sedekah

Khoirul Anam - detikNews
Jumat, 16 Jul 2021 12:56 WIB
Peserta BPJS Kesehatan
Foto: dok. BPJS Kesehatan
Jakarta -

Pemerintah mewajibkan masyarakat untuk menjadi peserta manfaat BPJS Kesehatan. Kebijakan ini dibuat dengan prinsip gotong royong. Untuk memberi manfaat kepada masyarakat, BPJS Kesehatan memiliki program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Adapun dalam program ini, iuran dari para peserta dapat membantu peserta lain dalam pembiayaan layanan kesehatan yang dijalani. Konsep inilah yang dimanfaatkan oleh salah satu peserta manfaat BPJS Kesehatan, Irma Yulianti (36), sebagai sedekah atau amal.

Ia mengaku telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS sejak program tersebut digulirkan. Selain untuk memproteksi keluarga, ia juga berniat membantu peserta JKN-KIS lainnya yang membutuhkan.

"Tujuannya awal daftar JKN-KIS untuk sedekah. Selain itu, kita memang perlu asuransi untuk proteksi keluarga. Sakit juga bisa datang kapan saja tanpa basa-basi. Dulu sebelum ada JKN-KIS, saya dan keluarga pernah punya pengalaman berobat dengan biaya sendiri. Tepatnya tahun 2012, anak saya dirawat inap selama 10 hari. Kami sampai jual motor untuk biaya pengobatannya," tutur Irma dalam keterangan tertulis, Jumat (16/7/2021).

Di samping itu, Irma mengajak dan memberikan pemahaman kepada keluarga dan masyarakat sekitar mengenai pentingnya terdaftar program JKN-KIS sekaligus menjadi peserta aktif dengan rutin membayar iuran. Menurutnya, agar menjadi peserta JKN-KIS aktif, masyarakat dapat mengambil kelas yang besaran iurannya sesuai dengan kemampuan membayar.

"Saya sekeluarga terdaftar sebagai peserta mandiri Kelas Tiga. Ini lebih baik daripada tidak memiliki JKN-KIS sama sekali atau menunggak sehingga kepesertaan tidak aktif. Saya tak henti-hentinya mengajak saudara, keluarga, dan tetangga untuk berperan dalam program JKN-KIS ini. Bahkan kalau ada yang sakit, saya tidak sungkan untuk mengantar mereka berobat," jelasnya.

Lebih lanjut, Irma menerangkan sejak awal program tersebut, ia telah melihat manfaat program JKN-KIS, mulai kakak kandung, ibu, hingga saudara lainnya, adalah peserta yang rutin memanfaatkan JKN-KIS setiap bulan.

"Kakak saya sudah lebih lima tahun kontrol rutin karena stroke. Ibu saya juga sama, dari mulai gejala stroke, parkinson, dan hipertensi. Saudara saya yang lain juga pernah bersalin di rumah sakit. Lalu masih banyak lagi orang-orang di sekeliling saya yang bergantung dengan JKN-KIS, bahkan obat-obatannya ditanggung satu bulan penuh. Saya sudah biasa antar saudara kalau mereka butuh didampingi, dengan senang hati saya akan bantu," ungkap Irma.

Irma juga mengatakan tak menyangka kalau akhirnya mendapatkan giliran sakit. Diketahui, ia tengah menjalani pengobatan tuntas sembilan bulan karena adanya kelenjar di bagian leher. Karena sering mengantar kerabat saat berobat, Irma mengaku telah memahami alur dan prosedur pelayanan JKN-KIS.

"Kini pengobatan saya sudah masuk bulan ketujuh dan per 3 bulan sekali dilakukan rontgen dan pemeriksaan lab. Sebelum berobat, berat badan saya sempat turun 10 kilogram, tapi kini sudah kembali ke semula. Dulu pernah bingung soal biaya pengobatan anak saya, tetapi sekarang saya bersyukur sekali dengan adanya JKN-KIS ini. Pengobatan keluarga, kerabat, dan tetangga, semua ditanggung penuh. Pelayanan pun tidak ada yang mengecewakan. Untuk peserta yang tidak memanfaatkan, harus bersyukur dengan nikmat sehat. Karena kalau sudah sakit, akan paham manfaat JKN-KIS," terangnya.

Lihat juga video 'Polri Kantongi Profil Penyebar 279 Juta Data BPJS Kesehatan!':

[Gambas:Video 20detik]



(prf/ega)