Ade Armando Ungkap Dugaan Pemerasan Warga dari LN dengan Karantina di Hotel

Arief Ikhsanudin - detikNews
Jumat, 16 Jul 2021 08:11 WIB
Pakar komunikasi UI Ade Armando
Foto: Ari Saputra/detikcom

Tanggapan Kemlu, BNPB, Kemenkes dan Satgas

Kementerian Luar Negeri dan BNPB mengaku tidak tahu-menahu soal adanya kasus tersebut. Menurutnya, soal karantina mandiri di hotel mewah bukanlah kewenangan dari dirinya.

Juru bicara Kemlu Teuku Faizasyah menyebut Kementerian Luar Negeri hanya bertugas mensosialisasikan aturan soal karantina kepada perwakilan RI di luar negeri ataupun perwakilan negara asing atau organisasi internasional.

"Dalam penerapan protokol kesehatan bagi pelaku perjalanan luar negeri baik WNI maupun WNA, sesuai Surat Edaran Satgas Penanganan COVID-19 No 8 Tahun 2021 beserta adendumnya, Kemlu bertugas mengkomunikasikan peraturan ini, baik kepada perwakilan RI di luar negeri maupun kepada kedutaan asing dan organisasi internasional yang terakreditasi di Indonesia. Kemlu bukan otoritas yang memiliki kewenangan dalam penunjukan hotel karantina dan pelaksanaan tes PCR," katanya.

Sama dengan Kemlu, BNPB pun menyampaikan hal serupa. Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Abdul Muhari menyampaikan lembaga lainlah yang memiliki kewenangan tersebut.

"Pelaksanaan karantina WNI atau WNA tidak dilakukan oleh BNPB. Demikian juga pengambilan sampel swab WNI atau WNA yang dikarantina, tidak pernah dilakukan oleh BNPB. Pelaksanaan penanganan WNI-WNA yang masuk dari luar negeri mulai datang di bandara hingga selesai karantina (termasuk swab PCR dll) dilakukan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di bawah Kementerian Kesehatan," katanya.

Sementara itu, KKP Kelas I Bandara Soekarno-Hatta menyampaikan mereka bukanlah yang melakukan tindakan itu. "Bukan di kami," jawab kepala KKP Kelas I Bandara Soetta, Darmawali Handoko, saat dihubungi.

Sementara itu, Ketua Bidang Komunikasi Publik Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 Hery Trianto tidak langsung menjawab soal keresahan Ade Armando. Dia menyebut akan ada sesi talk show yang nanti akan menjelaskan masalah tersebut pada Jumat (16/7/2021) pukul 14.00 WIB. Talk show itu mengundang Koordinator Surveilans dan Karantina Kesehatan Kemenkes Imran Prambudi, Koordinator Hotel Repatriasi, Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia Vivi Herlambang, dan Asintel Kodam Jaya Kolonel Putra Widyawinaya.


(aik/fjp)