Round-Up

Jangan Coba-coba Tantangan 'Malaikat Maut' Sebab Sudah Makan Korban

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 16 Jul 2021 08:01 WIB
Ilustrasi Mayat Kecelakaan di Jalan
Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Polisi mengungkapkan remaja menghadang truk di Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, demi sebuah konten video TikTok. Mereka ikut tantangan dengan tagar 'challenge malaikat maut'.

Nahasnya, aksi menantang maut ini terjadi betul. Seorang remaja usia 13 tahun tewas terlindas truk, sedangkan temannya berusia 16 tahun mengalami luka cukup serius.

Masyarakat terutama remaja juga diimbau tidak membuat konten di jalanan. Selain mengganggu kelancaran lalu lintas, membuat konten di jalanan seperti 'challenge malaikat maut' ini sangat membahayakan dan bisa berakibat fatal.

"Saya mengimbau tidak perlu membuat konten yang membahayakan keselamatan dan mengganggu mobilitas kendaraan," kata Istiono kepada wartawan, Rabu (14/7/2021).

Kasus ini menjadi pelajaran penting bagi para orang tua. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengimbau para orang tua agar pengawasan terhadap anak tidak dilepas, apalagi saat ini anak melakukan pembelajaran daring.

"KPAI berharap, kasus ini menjadi momentum bagi para orang tua, apalagi di masa pandemi seperti saat ini, untuk memperhatikan perilaku anak-anaknya. Jika orang tua bekerja, pengawasan dapat dilakukan oleh pengasuh pengganti di rumah," kata komisioner KPAI Retno Listyarti kepada wartawan, Rabu (14/7/2021).


Aksi Menantang Maut

Aksi sekelompok remaja menghadang truk yang menimbulkan korban tewas di Bekasi itu dilakukan demi sebuah konten di TikTok dan YouTube. Mereka menghadang truk untuk mengikuti 'challenge malaikat maut' yang sedang populer.

"Di TikTok itu ada 'challenge malaikat maut', jadi mereka itu kayak seolah-olah mau ditabrak, dia minggir," kata Kasat Lantas Bekasi AKBP Argo Wiyono saat dihubungi detikcom, Kamis (15/7/2021).

Polisi sudah memetakan aksi kelompok remaja ini ada di lima titik, yakni di Cikarang Utara, Tambun, Kedungwaringin, Cikarang Barat, dan Cikarang Selatan.


Anak-anak tersebut membuat konten yang menantang maut itu hanya karena ingin terkenal. Simak di halaman selanjutnya

Lihat juga Video: Respons YouTube Soal Banyaknya Konten Jurnalisme Warga di Platformnya

[Gambas:Video 20detik]