Round-Up

Joget di Hajatan Tanpa Prokes Bikin Wabup Lampung Tengah Diproses

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 15 Jul 2021 23:09 WIB
Wakil Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya mendatangi Polda Lampung.
Wakil Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya mendatangi Polda Lampung. (Antara)
Jakarta -

Video viral Wakil Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya bernyanyi sambil berjoget tanpa menggunakan masker bikin heboh. Kini kasus itu tengah diusut polisi.

Awal Mula Pelaporan

Dalam video yang beredar, Ardito tampak berada di panggung. Sedangkan di bawah panggung terdapat warga berkerumun sambil mengikuti Ardito yang sedang bernyanyi. Di antara warga, ada yang menggunakan masker, ada pula yang tidak.

Dalam potongan video lain, Ardito sambil memegang mikrofon berjalan ke tengah kerumunan warga. Dia juga sempat melambaikan tangan ke kamera. Beberapa orang tampak berusaha mengingatkan warga agar menjaga jarak. Namun kerumunan tak terhindarkan.

Ardito lantas dilaporkan ke polisi atas dugaan melanggar protokol kesehatan. Laporan itu diterima polisi pada Minggu (27/6).

Laporan itu terdaftar dengan nomor registrasi LP/B/950/VI/2021/SPKT/POLDA LAMPUNG. Bukti laporan itu diberikan oleh Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Zahwani Pandra Arsyad, Senin (28/6/2021).

"Laporan masyarakat baru kami terima di SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu) Polda Lampung pada hari Minggu, 27 Juni 2021, selanjutnya laporan tersebut akan dilakukan penyelidikan," ujar Pandra saat dihubungi.

Dalam laporan itu, pelapor mengatakan, pada 26 Juni, Ardito menghadiri pesta pernikahan di Kampung Lempuyang. Di situlah Ardito disebut tidak menaati protokol kesehatan.

"Pejabat yang tugasnya mengawasi sesuatu yang diduga dilakukan oleh terlapor di tempat pesta pernikahan yang beralamat di Kampung Lempuyang Bandar, Lampung Tengah," demikian isi uraian kejadian dari laporan itu.

Pelapor menyebut Wakil Bupati Lampung Tengah sengaja menimbulkan kerumunan. Menurut pelapor, seharusnya Ardito sebagai pejabat publik menjadi contoh dalam pelaksanaan protokol kesehatan pandemi COVID-19.

"Terlapor selaku pejabat publik dengan sengaja menimbulkan kerumunan orang tanpa protokol kesehatan di tengah wabah penyakit menular COVID-19. Terlapor selaku pejabat pejabat pemerintah daerah mematuhi dan menjadi contoh teladan untuk menjaga protokol kesehatan di tengah wabah," jelasnya.