RUU Otsus Papua Sah Jadi UU, TNI-Pemprov Siap Jaga Perdamaian di Papua

Andi Saputra - detikNews
Kamis, 15 Jul 2021 21:15 WIB
Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa (Dok TNI AD)
Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa (Dok TNI AD)

Selain itu, penerapan Otsus Papua dinilai sebagai jalan terbaik untuk membangun Papua secara fisik maupun sumber daya manusia. Sebagai contoh, saat ini melalui otsus, sebanyak 1.246 mahasiswa Papua aktif dibiayai otsus, bahkan 24 pemuda Papua dapat belajar ke universitas di Amerika Serikat.

Di bidang pertahanan, Pangdam juga mengatakan program otsus memberikan manfaat yang jelas melalui penerimaan seribu prajurit TNI AD bagi pemuda-pemudi OAP di Papua Barat. Program tersebut terlaksana atas kerja sama Mabes Angkatan Darat dan Pemda Papua Barat.

"Melalui Kodam XVIII/Kasuari, program Otsus Papua Barat sangat bermanfaat dan dirasakan untuk masyarakat Papua, di mana generasi muda Papua sejumlah seribu orang langsung mendapatkan kuota untuk mengabdi di TNI-AD," pungkasnya.

Sejauh ini, berdasarkan temuan survei Badan Intelijen Negara (BIN) yang bekerja sama dengan sejumlah universitas, sebanyak 82 persen masyarakat Papua setuju adanya otsus. Hal ini membuktikan bahwa otsus juga sangat dibutuhkan oleh masyarakat Papua dan Papua Barat.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada pemerintah dan DPR RI atas disahkannya RUU perubahan kedua UU Otsus sehingga momentum pembangunan di Provinsi Papua Barat pada khususnya dan wilayah Papua Barat umumnya bisa tetap berjalan berkelanjutan dan berkomitmen untuk terus ditingkatkan.

Gubernur mengimbau seluruh masyarakat Papua Barat dan Papua menyambut baik UU perubahan kedua atas UU Otsus ini dan tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang terus menyebarkan penolakan terhadap upaya-upaya baik yang dilakukan pemerintah.

"Mari kita jadikan momentum ini sebagai titik awal untuk melakukan perbaikan di segala bidang dalam rangka percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua utamanya orang asli Papua," ujar Dominggus Mandacan.


(asp/zak)