Kalbar Dilanda Banjir, 4.800 Warga Terdampak-Puluhan Fasum Rusak

Jabbar Ramdhani - detikNews
Kamis, 15 Jul 2021 13:41 WIB
Banjir melanda Kalbar yakni di Kabupaten Mempawah dan Kabupaten Kapuas Hulu. Lebih dari 4.800 warga di dua kabupaten tersebut terdampak banjir. (dok BNPB)
Kondisi banjir di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalbar, Kamis (15/7). Dilaporkan sebanyak 14 desa terdampak banjir tersebut. (BPBD Kabupaten Kapuas Hulu)
Jakarta -

Banjir melanda Kalimantan Barat (Kalbar), yakni di Kabupaten Mempawah dan Kabupaten Kapuas Hulu. Lebih dari 4.800 warga di dua kabupaten tersebut terkena dampak banjir.

Pusat Pengendalian Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Pusdalops BNPB) melaporkan sebanyak 674 rumah di 5 kecamatan terdampak banjir di Kabupaten Mempawah, yakni Kecamatan Sungai Kunyit, Kecamatan Anjongan, Kecamatan Toho, Kecamatan Sungai Pinyuh, dan Kecamatan Segedong.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Mempawah, per Kamis (15/7/2021), rumah terdampak di 5 kecamatan terjadi di Desa Sungai Kunyit Hulu, Desa Anjungan Dalam, Desa Anjungan Melancar, Desa Kepayang, Desa Terap, Desa Sepang, Desa Pak Utan, dan Desa Toho Hilir. Selain itu, Desa Galang, Desa Peniraman, Desa Purun Kecil, dan Desa Peniti Dalam II.

"Hujan dengan intensitas tinggi serta gelombang laut yang cukup tinggi disertai angin kencang memicu banjir yang terjadi pada Rabu (14/7), pukul 01.00 WIB,"kata Plt Kapusdatinkom Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya.

Terdapat sebanyak 2.085 jiwa terdampak, di antaranya terdapat 14 KK memilih mengungsi karena air masuk ke dalam rumah. Dilaporkan juga Dermaga Pelabuhan Terminal Kijing mengalami rusak berat.

Menurut kajian dari InaRISK, Kabupaten Mempawah memiliki potensi risiko banjir sedang hingga tinggi. Masyarakat diimbau agar meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi.

Banjir melanda Kalbar yakni di Kabupaten Mempawah dan Kabupaten Kapuas Hulu. Lebih dari 4.800 warga di dua kabupaten tersebut terdampak banjir. (dok BNPB)Banjir melanda Kabupaten Mempawah dan Kabupaten Kapuas Hulu, Kalbar. Lebih dari 4.800 warga di dua kabupaten tersebut terdampak banjir. (Dok. BNPB)

14 Desa di Kapuas Hulu Kebanjiran

Sebanyak 14 desa yang terbagi di enam kecamatan di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalbar, terdampak banjir. Sejak Selasa (13/7), tinggi muka air (TMA) 20-200 sentimeter.

Adapun rincian desa yang terkena dampak meliputi Desa Nanga Yen, Desa Tepuai dan Desa Sejahtera Mandiri di Kecamatan Hulu Gurung, Desa Landau Badai dan Desa Landau Rantau di Kecamatan Silat Hulu, Desa Nang Betung, Desa Landau Bunus, Desa Nanga Jemah, dan Desa Riam Mengelai di Kecamatan Boyan Tanjung.

Kemudian Desa Jajang di Kecamatan Pengkadan, Desa Riam Piang, dan Desa Semangut di Kecamatan Bunut Hulu dan Desa Suka Maju serta Desa Tangai Jaya di Kecamatan Mentebah.

"Berdasarkan laporan dari BPBD Kabupaten Kapuas Hulu per hari ini, Kamis (15/7) pukul 09.00 WIB, ada sebanyak 2.828 jiwa yang terdampak banjir. Saat ini tim lapangan masih terus melakukan proses pendataan," ujar Abdul Muhari.

Dari pendataan sementara, banjir juga menyebabkan kerugian materiil berupa 588 rumah terendam dan sedikitnya ada 10 rumah yang mengalami rusak berat. Selain itu, BPBD Kabupaten Kapuas Hulu mencatat ada 33 fasilitas umum yang terdampak banjir dan dua unit jembatan rusak berat.

Banjir melanda Kalbar yakni di Kabupaten Mempawah dan Kabupaten Kapuas Hulu. Lebih dari 4.800 warga di dua kabupaten tersebut terdampak banjir. (dok BNPB)Banjir juga menyebabkan fasilitas umum (fasum) di kedua kabupaten rusak. (Dok. BNPB)

"Menurut perkembangan laporan di lapangan saat ini, sebagian wilayah terdampak banjir tersebut merupakan area yang tidak terjangkau jaringan telekomunikasi seluler, sehingga hal itu menjadi suatu kendala di lapangan," ucapnya.

Hingga berita ini diturunkan, banjir sudah berangsur surut di beberapa titik.

Risiko Tinggi Banjir di Kapuas Hulu

Sementara itu, berdasarkan kajian risiko banjir yang dipantau melalui inaRisk BNPB, wilayah Kabupaten Kapuas Hulu memiliki tingkat risiko sedang hingga tinggi. Dalam hal ini, inaRisk juga menyebutkan ada sebanyak 25 kecamatan yang berpotensi terpapar dengan luas wilayah mencapai 80.282 hektar.

Di sisi lain, berdasarkan Data dan Informasi Bencana Indonesia (DIBI), banjir menjadi bencana yang mendominasi Kabupaten Kapuas Hulu.

Menurut catatan yang dirangkum pada tahun lalu, banjir di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu bahkan terjadi sebanyak delapan kali kejadian selama 2020.

Dari keseluruhan kejadian tersebut, tercatat ada sebanyak 20.055 rumah terendam banjir dan 138.357 jiwa yang terdampak.

"Melihat dari catatan tersebut, maka BNPB berharap kepada seluruh unsur yang ada di wilayah tersebut agar dapat mengambil kebijakan yang dianggap perlu dalam rangka mitigasi dan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat," kata dia.

BNPB juga mengimbau pemerintah daerah ataupun masyarakat agar dapat memantau perkembangan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan melihat wilayah kajian risiko bencana melalui inaRisk BNPB.

Simak juga 'Bendungan Kalola Meluap, Ratusan Rumah di Sidrap Kebanjiran!':

[Gambas:Video 20detik]



(jbr/idh)