Buka Paksa Penyekatan PPKM Darurat, Pria di Bali Diciduk Polisi

Sui Suadnyana - detikNews
Kamis, 15 Jul 2021 11:43 WIB
Pelaksanaan gerakan Purbalingga tiga hari di rumah saja mulai diterapkan hari ini. Suasana di Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah pun lengang.
Ilustrasi jalan ditutup saat PPKM darurat. (Vandi Romadhon/detikcom)
Denpasar -

Seorang pria di Bali bernama I Nyoman Gede Suteja (40) ditangkap personel Kepolisian Resor Kota (Polresta) Denpasar. Pria tersebut ditangkap gegara membuka paksa penyekatan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.

"Pelaku membuka dan menggeser barier dan traffic cone di area penyekatan sehingga kendaraan bisa melewati penyekatan," kata Kasubbag Humas Polresta Denpasar Iptu I Ketut Sukadi dalam keterangannya, Kamis (15/7/2021).

Sukadi mengatakan pelaku menjalankan aksinya di perempatan Jalan Gatsu Barat dan Jalan Kebo Iwa, Denpasar Barat, Kota Denpasar. Pelaku pun telah mengakui perbuatannya tersebut.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu (14/7). Pelaku awalnya mengendarai mobil pikap sekitar pukul 07.00 Wita datang dari arah utara mengangkut besi yang sudah dirakit. Sesampai di perempatan Jalan Gatsu Barat dan Jalan Kebo Iwa, ia berhenti dan berteriak-teriak yang intinya menyatakan tidak setuju dengan yang dikeluarkannya kebijakan penyekatan saat PPKM darurat.

Sekitar pukul 09.30 Wita, pelaku datang lagi dari utara membawa pasir dan semen, lalu berhenti lagi di persimpangan. Ia kemudian turun dari mobil dan membuka blokade penyekatan dengan cara menggeser paksa barier dan traffic cone.

"Saat itu pelaku juga mengarahkan pengendara lain untuk lewat sehingga pengendara lain bisa menerobos penyekatan, setelah itu pelaku jalan ke arah timur," terang Sukadi.

Sekira pukul 14.00 Wita, pelaku datang lagi dari arah selatan. Namun sampai di simpang Gunung Sanghyang dan Jalan Kebo Iwa, pelaku ditangkap polisi.

Polisi pun mengamankan sejumlah barang bukti dalam perkara ini, yaitu berupa barier, traffic cone, dan mobil pikap milik pelaku. Pelaku disangkakan tindak pidana melawan petugas saat PPKM darurat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 216 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Meski demikian, pelaku hingga kini belum ditahan dan masih dalam proses pemeriksaan oleh pihak kepolisian.

"Belum ditahan, masih diperiksa," kata Sukadi.

(jbr/jbr)