Round-Up

Klarifikasi Ketua PAN soal ICU untuk Anggota Dewan

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 15 Jul 2021 06:02 WIB
Ketua DPP PAN, Saleh Partaonan Daulay (Rahel/detikcom)
Foto: Ketua DPP PAN, Saleh Partaonan Daulay (dok. detikcom)

Saleh menjelaskan bahwa dalam rapat Komisi IX dengan Menteri Kesehatan, Selasa (13/7), dia mengungkapkan cerita perihal keluarganya yang meninggal dunia karena tidak mendapatkan ICU.

"Saya menyebut bahwa saya sempat menghubungi RSPI Sulianti Saroso. Karena masih dalam antrean, akhirnya terlambat dan tidak tertolong," kata Saleh dalam klarifikasi, Rabu (14/7).

Ketika menceritakan itu, Saleh juga menjelaskan kejadian yang dihadapi anggota DPR dari Fraksi PAN yang meninggal beberapa waktu lalu juga karena tak mendapatkan ICU, John Siffy Mirin. Apa yang dialami John Siffy Mirin, sebut Saleh, membuat kader PAN Rosaline Rumaseuw mengusulkan perawatan khusus bagi anggota DPR.

"Tapi saya menyebut di dalam rapat tersebut bahwa apa yang disampaikan Ibu Rosaline sangat emosional dan dalam situasi duka. Itu disampaikan bukan dari hatinya," sebut Saleh.

Saleh merasa perlu meluruskan bahwa apa yang disampaikan dalam rapat Komisi IX kemarin tidak ada maksud untuk mengistimewakan para pejabat ataupun anggota DPR. Anggota Komisi IX itu mengaku memikirkan bagaimana agar pemerintah menyiapkan fasilitas kesehatan yang mumpuni untuk merawat seluruh pasien COVID-19, tanpa terkecuali dan tanpa membedakan kelas sosial.

"Saya mengikuti rapat tersebut sampai selesai. Saya ikut memastikan agar usulan soal penyediaan fasilitas kesehatan, alat-alat kesehatan, terutama ICU dan obat-obatan, dan lain-lain masuk dalam kesimpulan. Itu ada di dalam kesimpulan nomor 4 huruf (a)," tutur Saleh.

"Dengan begitu, tidak ada niat dan arah dari pembicaraan kemarin untuk membeda-bedakan masyarakat. Saya justru selama ini memperjuangkan agar pelayanan kesehatan dapat dengan mudah diakses masyarakat. Semua orang sama haknya dalam bidang pelayanan kesehatan. Itu adalah amanat konstitusi yang harus dijaga," pungkasnya.


(zak/zak)