Serba-serbi PPKM Darurat di Medan yang Perlu Kamu Tahu

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 14 Jul 2021 17:41 WIB
Personel Kepolisian memasang rambu penyekatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Pertigaan Simpang Kampus USU, Medan Baru, Kota Medan, Sumatera Utara, Senin (12/7/2021). Penyekatan tersebut dalam rangka mengurangi mobilitas warga demi mengurangi angka penyebaran COVID-19 selama pemberlakuan PPKM Darurat di Kota Medan. ANTARA FOTO/Fransisco Carolio/Lmo/foc.
Serba-serbi PPKM Darurat di Medan yang Perlu Kamu Tahu (Foto: ANTARA FOTO/Fransisco Carolio)
Medan -

PPKM darurat di Medan sudah mulai diberlakukan. Kota Medan termasuk 15 daerah luar Jawa dan Bali yang ditetapkan pemerintah untuk melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi mengatakan pihaknya telah menggelar rapat bersama Menko Perekonomian Airlangga Hartanto tentang penanganan virus Corona atau COVID-19. Salah satu langkah pencegahan penyebab virus adalah menerapkan PPKM Darurat.

"Untuk mengantisipasi ini, kenapa dia penyebarannya-penularannya COVID-19 varian Delta, untuk penyebarannya seribu berbanding satu dengan varian yang Wuhan kemarin. Sehingga kecepatan penularan varian ini agar terhindar seperti di Jawa dan Bali," tutur usai rapat di Aula Tengku Rizal Nurdin, Medan, Jumat (9/7).

"Untuk itu, ada tindakan khusus akan dikeluarkan dari Jakarta untuk dilakukan penyekatan yang disebut PPKM darurat," tambahnya.

Tahap Sosialisasi PPKM Darurat di Medan Berakhir Hari Ini

Selama tiga hari sejak diberlakukan Senin (12/7) lalu, pemerintah kota Medan masih berfokus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait PPKM darurat. Dan hari ini, (14/7/2021) adalah hari terakhir tahap sosialisasi.

"Saya informasikan hari ini hari terakhir kita sosialisasi. Hari-hari ke depannya ini akan tindakan lebih tegas di lapangan oleh teman-teman di lapangan," kata Bobby saat ditemui di SMP Negeri 11 Medan, Rabu (14/7/2021).

PPKM Darurat di Medan: Kasus COVID-Testing Naik

Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution mengatakan jumlah kasus positif Corona di kota Medan meningkat. Hal ini karena kian banyaknya tes swab yang dilakukan.

"Hal ini bertambah sejalan dengan jumlah testing yang kami lakukan. Kota Medan saja hampir 2.000-an yang dilakukan," ucap Bobby.

Meski ada peningkatan kasus, Bobby mengatakan positivity rate kasus Corona di Medan menurun. Namun dia meminta agar hal ini tidak malah membuat masyarakat kendor menerapkan prokes.

"Positivity rate kita di Medan turun 2 persen. Dari 30,01 (persen), sekarang 28 persenan. Ini berarti, walaupun meningkat, namun indikatornya positivity rate, jumlah testing dan jumlah positif berkurang. Namun ini tidak boleh dianggap main-main," jelasnya.

Tingkat kepatuhan warga saat pelaksanaan sosialisasi PPKM Darurat dinilai sudah baik. Hal ini dibuktikan dengan mobilitas masyarakat di Kota Medan yang berkurang.

"Hari Senin kemarin tingkat mobilitas masih sangat tinggi, masih ramai. Hari Selasa pengurangannya drastis, hari ini lebih baik lagi," paparnya.

Aturan PPKM Darurat di Medan

Pelaksanaan PPKM darurat di Medan akan sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri (Imendagri) No 20 Tahun 2021. Menurut Bobby, pelaksanaannya akan memperketat 5M, salah satunya mengurangi mobilitas, yang poin utamanya adalah menghindari terjadinya kerumunan masyarakat, termasuk ke tingkat perkantoran.

Berikut aturannya:
1. Sektor kritikal masih bisa 100 persen WFO (work from office), sementara sektor esensial 50 persen WFO dan 50 persen WFH (work from home) dan non-esensial diberlakukan 100 persen WFH.
2. Seluruh masjid yang ada di Kota Medan tidak ditutup dan masyarakat tetap diperbolehkan melaksanakan takbiran untuk menyambut Hari Raya Idul Adha 1443 H di masjid, asalkan tidak menyebabkan kerumunan.
3. Untuk pelaksanaan salat Idul Adha, masyarakat dihimbau tidak melakukan salat berjemaah di masjid ataupun di lapangan, melainkan salat di rumah masing-masing.
4. Untuk malam takbiran tidak dilarang. Namun hanya dilakukan di masjid. Untuk takbiran keliling ataupun yang menyebabkan kerumunan dilarang.
5. Pelaksanaan pemotongan hewan kurban juga masih diperbolehkan di masjid-masjid. Namun sistem yang diterapkan adalah mengantar langsung ke masyarakat. Hal itu dilakukan untuk mengurangi kerumunan dan akan dilakukan pengawasan dari kepling, kelurahan, kecamatan, Babinsa dan Bhabinkamtibmas
6. Mal ditutup dan tidak boleh beroperasi
7. Tempat perbelanjaan yang menjual bahan kebutuhan pokok, pasar tradisional, dan swalayan masih boleh buka sampai pukul 20.00 WIB.
8. Kemudian, hotel juga masih boleh buka dengan kapasitas 50 persen.

Titik Penyekatan PPKM Darurat di Medan

Ada 18 titik penyekatan dan pengalihan arus terkait PPKM darurat di Medan.

"Ada 18 titik ini baru kita lakukan dalam dua, sebelumnya dua hari sebelumnya, yang kita lakukan penyekatan itu ada 10 titik. Nah ini titik-titik yang kita tambahkan terus. Ini melihat dari perkembangan dari mobilitas masyarakat yang memang masih melakukan aktivitasnya. Karena kita ketahui sebelum PPKM darurat, Kota Medan juga masuk dalam PPKM pengetatan itu masuk dengan Sibolga," kata Bobby Nasution.

Titik pengalihan arus:

1. Jalan Sudirman simpang Jalan Diponegoro
2. Jalan Suprapto simpang Jalan Imam Bonjol
3. Jalan Diponegoro simpang Jalan Zainul Arifin
4. Jalan MH Yamin simpang Jalan Merak Jingga
5. Jalan Pemuda simpang Jalan P. Merah
6. Jalan Brig Katamso simpang Jalan Alfalah
7. Jalan Gatot Subroto simpang Manhattan
8. Jalan Jamin Ginting simpang Kampus USU
9. Jalan SM Raja simpang Indogrosir
10. Jalan HM Yamin simpang Aksara

Titik Penyekatan dan Pemeriksaan:

1. Pos Rivera (Jalan SM Raja)
2. Pos Simpang Titi Kuning (Jalan Besar Deli Tua)
3. Pos Kampung Lalang (Jalan Gatot Subroto sebelum jembatan)
4. Pos Titi Sewa/ Tembung (Jalan Letda Sujono)
5. Pos Simpang Tuntungan (Jalan Jamin Ginting)
6. Pos penyekatan Simpang KFC Helvetia
7. Pos penyekatan RS Martha Friska Tanjung Mulia
8. Pos penyekatan pintu keluar Tol Tanjung Mulia Jalan Krakatau

(izt/imk)