COVID Masih Ngegas, Pemprov DKI Segera Perbanyak Tempat Tidur-Nakes

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Selasa, 13 Jul 2021 23:19 WIB
Seorang dokter berdiri di dalam salah satu ruang modular di Rumah Sakit Pertamina Jaya, Cempaka Putih, Jakarta, Senin (6/4/2020). Rumah Sakit darurat COVID-19 tersebut berkapasitas sebanyak 160 tempat tidur dalam ruangan dan 65 kamar isolasi bertekanan negatif untuk merawat pasien positif COVID-19 sesuai standar yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj.
Foto: ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT
Jakarta -

Pemprov DKI Jakarta terus berupaya mengatasi lonjakan kasus COVID-19 di Ibu Kota. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan pihaknya akan menambah jumlah tempat tidur hingga tenaga kesehatan (nakes) dalam jumlah besar.

"Prinsipnya tadi kami rapat dipimpin Pak Menko Pak Luhut Binsar Pandjaitan, kita akan mengupayakan tenaga kesehatan dalam jumlah yang besar, tempat tidur, ruang ICU dalam jumlah yang besar," kata Riza kepada wartawan, Selasa (13/7/2021).

Pemprov DKI telah menyiapkan skenario mengatasi penuhnya RS rujukan COVID-19, dari mendirikan tenda darurat hingga menambah kapasitas lokasi isolasi terkendali bagi pasien COVID-19.

"Terkait penuhnya rumah sakit ruang ICU terus kita upayakan peningkatan membuat rumah sakit darurat, meningkatkan rumah sakit tenda kemudian juga nanti kita upayakan Wisma Atlet akan dijadikan rumah sakit darurat yang bisa menampung pasien sedang berat dan berbagai upaya lainnya," jelasnya.

Riza menyebut penambahan tempat tidur di atas 1.000 bed. Penambahan ribuan tempat tidur, sebutnya, tak hanya dilakukan di RS khusus COVID-19, tapi juga di lokasi isolasi terkendali lainnya.

Politikus Gerindra itu memastikan penambahan kapasitas tempat tidur akan diiringi peningkatan jumlah nakes jika lonjakan kasus COVID-19 masih terjadi.

"Seribu bed paling tidak yang kita siapkan dan tempat-tempat di Wisma Atlet dan tempat-tempat lain juga akan disiapkan. Begitu juga tenaga kesehatan lebih 3.000 nanti disiapkan oleh Kementerian Kesehatan," sebutnya.

"Kita akan upayakan adanya lonjakan ini semuanya dapat ditampung di rumah sakit yang ada," sambungnya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menjelaskan skenario terburuk keterisian tempat tidur rumah sakit (RS) di Indonesia yang merawat pasien Corona. Menkes Budi menyiapkan skenario 30% dan 60% keterisian tempat tidur RS.

"Kami sudah membuat skenario ke depan, dibikin sekitar 2 minggu lalu, menghitung kira-kira berapa yang harus kita tambah kalau kasusnya memburuk 30 persen dan ini di-update tiap minggu, kalau kasus memburuk 30 persen dan sangat memburuk 60 persen dari sekarang, berapa kekurangan RS-nya," kata Budi dalam rapat Komisi IX DPR RI yang disiarkan akun YouTube DPR RI, Selasa (13/7/2021).

Menurut Menkes Budi, wilayah DKI Jakarta dan dan Yogyakarta paling berat dalam keterisian tempat tidur RS. Hal ini terjadi jika ada peningkatan per hari.

"Sebenarnya kalau kita memburuk sampai 30 persen, dalam 1-2 minggu ke depan, yang berat adalah Yogyakarta dan DKI Jakarta. Jadi yang paling berat dalam 1-2 minggu ke depan kalau ada perburukan terus sebesar 30 persen atau kira-kira 2-3 persen per hari itu yang berat adalah Yogyakarta dan DKI Jakarta karena akan kekurangan tempat tidur isolasi dan ICU," ujarnya.

Simak juga Video: Data Sebaran 47.899 Kasus Baru Corona RI Per 13 Juli

[Gambas:Video 20detik]



(aik/aik)