PT ASA Penimbun Azithromycin Bohongi BPOM Saat Ditanya Ketersediaan Obat

Karin Nur Secha - detikNews
Senin, 12 Jul 2021 23:27 WIB
Polisi gerebek gudang penimbun obat azithromycin di Jakarta Barat, Senin (12/7/2021).
Polisi gerebek gudang penimbun obat Azithromycin di Jakarta Barat. (dok. Humas Polres Jakarta Barat)

Menaikkan Harga

Polisi mengungkapkan PT ASA diduga menimbun Azithromycin untuk menaikkan harga. Hasil penyelidikan ditemukan bahwa distributor tersebut menjual Azithromycin 500 mg dengan harga 2 kali lipat di atas harga eceran tertinggi (HET).

"Di mana harga eceran tertinggi itu yang kami temukan seharusnya satu tablet yaitu seharga Rp 1.700, tapi kami melihat di sini ada kenaikan harga menjadi Rp 3.350," ujarnya.

Polisi juga menemukan fakta bahwa PT ASA mengubah faktur pembelian Azithromycin 500 mg ke harga normal, ketika polisi mengamankan barang tersebut.

"Ada upaya mereka untuk mengubah faktur dari pembelian obat ini pada saat kita amankan dari sisi harga. Yang sudah kita sampaikan di awal harganya menjadi Rp 3.350, mereka mencoba untuk menurunkan pada saat kita amankan untuk sesuai dengan harga eceran tertinggi, yaitu Rp 1.700," jelasnya.

Polisi telah memeriksa 3 saksi terkait dugaan penimbunan 'obat Corona' ini. Sementara gudang PT ASA kini disegel polisi.


(mea/mea)