Lelahnya Penggali Kubur di Riau Makamkan Pasien COVID hingga Dini Hari

Raja Adil Siregar - detikNews
Senin, 12 Jul 2021 12:56 WIB
Penggali makam khusus pasien Corona di Pekanbaru (Raja-detikcom)
Foto: Penggali makam khusus pasien Corona di Pekanbaru (Raja-detikcom)
Pekanbaru -

Para penggali kubur di pemakaman khusus jenazah pasien Corona atau COVID-19 di Pekanbaru, Riau, bercerita tentang kerja mereka yang tak mengenal waktu. Para penggali kubur harus bekerja hingga dini hari jika ada informasi soal pemakaman pasien Corona.

Salah satu penggali kubur, Subhan Zein, bercerita dirinya dan rekan-rekannya di TPU khusus pasien COVID-19 Rumbai, Pekanbaru, sering menggali kubur saat dini hari. Dia mengatakan kerja di pemakaman khusus pasien COVID itu tak mengenal waktu.

"Suka duka banyak, ini saja kami barusan melakukan pemakaman pukul 04.00 WIB. Nggak ada kenal waktu," kata Zein, Senin (12/7/2021).

Ken, sapaan akrab Zein, mengatakan pemakaman pada dini hari bukan cuma satu kali terjadi. Dia dan timnya selalu melakukan pemakaman setelah ada kabar pasien meninggal positif COVID-19.

"Kami begitu ada kabar, langsung bekerja. Kadang siang, malam dan dini hari juga ya kami kerja. Pernah satu hari itu delapan jenazah meninggal karena COVID, kan tidak bisa ditunda, harus cepat dimakamkan," ucap Ken.

Dia dan rekan-rekannya mendapat insentif tiap 3 bulan sekali dari Pemerintah Kota Pekanbaru. Insentif itu sudah termasuk vitamin untuk menjaga stamina tubuhnya.

"3 bulan dapat Rp 15 juta. Angka itu sudah termasuk vitamin, jadi kalau insentif kami belum keluar ya pandai-pandai dulu. Kalau perlengkapan hazmat, cangkul sama alat-alat lain sudah disediakan," kata Ken.

Luas lahan untuk pemakaman khusus pasien COVID-19 di Pekanbaru itu sekitar 1 hektare lebih. Namun, akses menuju lokasi disebut masih sulit dan butuh perbaikan.

Untuk meringankan pekerjaan, Ken sudah membagi tugas dengan enam rekan lain. Ada yang bertugas menggali kubur, membersihkan makam dan fasilitas yang ada di kawasan pemakaman COVID-19.

"Tugas bagi-bagi biar ringan. Gantian untuk gali kubur, bersihkan makam, perbaiki jalan sama kalau ada tugas-tugas lain," katanya.

Ken mengaku menggali kuburan tidaklah terlalu berat. Hanya saja khusus jenazah COVID-19 terkadang datang pada waktu bersamaan, sehingga butuh tenaga ekstra.

"Sebenarnya tidak berat gali kuburan ini ya. Tetapi karena ada datang sekali empat, lima itulah yang berat. Saat bekerja biasa saja, tetapi selesai itu di rumah baru terasa badan ini sakit semua," katanya.

Lihat juga video 'Jeritan Hati Penggali Makam Khusus Covid-19':

[Gambas:Video 20detik]



(ras/haf)