Sore Ini, Anies Rapat Khusus Eksekusi Skenario Kasus Aktif Tembus 100 Ribu

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 11 Jul 2021 15:41 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau rumah susun Nagrak di Jakarta Utara. Rusun itu dijadikan sebagai tempat isolasi mandiri pasien COVID-19.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan akan ada rapat khusus dengan pemerintah pusat membahas kasus aktif DKI yang kini tembus 100 ribu orang. Dia mengatakan skenario yang disiapkan DKI sudah berjalan.

"Nanti sore kita akan ada rapat khusus soal itu dengan pemerintah pusat dan semua skenario yang ada sekarang sedang dalam fase eksekusi," kata Anies saat kunjungan ke JIExpo, Minggu (11/7/2021).

Anies berharap, dengan penerapan skenario itu, angka kesembuhan di Jakarta makin naik.

"Mudah-mudahan jumlah angka yang sembuh makin banyak, karena dua hari terakhir jumlah yang sembuh makin tinggi," ujarnya.

Untuk diketahui, setidaknya ada enam poin skenario yang disiapkan Pemprov DKI untuk mengantisipasi 100 ribu kasus aktif Corona di Jakarta. Skenario ini sempat dipaparkan Anies dalam rakor PPKM darurat yang dipimpin oleh Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan pada Selasa (29/6).

Poin-poin itu tercantum dalam slide resmi Pemprov DKI Jakarta yang berjudul 'Situasi Penanganan Pandemi COVID-19 DKI Jakarta'. Kini, satu per satu poin mulai berjalan. Berikut ini rinciannya:

1. RS kelas A dikhususkan sepenuhnya untuk ICU COVID-19.
2. RSDC Wisma Atlet dikhususkan untuk penanganan pasien dengan gejala sedang-berat.
3. Rusun diubah menjadi fasilitas isolasi terkendali untuk pasien dengan gejala ringan.
4. Mengubah stadion indoor dan gedung-gedung konvensi besar menjadi rumah sakit darurat penanganan kasus darurat kritis, diusulkan untuk dalam satu manajemen RSDC Wisma Atlet.
5. Memastikan kebutuhan tenaga kesehatan terpenuhi, termasuk penambahan tenaga kesehatan dari luar DKI Jakarta.
6. Memastikan ketersediaan oksigen, APD, alat kesehatan dan obat-obatan.

Sementara itu, dalam kunjungannya Anies meninjau pelaksanaan vaksin di JIExpo. Anies menyebut saat ini ada 5,4 juta warga DKI yang menerima vaksin.

"Kita harus ngebut lebih cepat lebih naik, supaya tuntas semuanya mendapatkan vaksin," kata Anies.

(idn/knv)