Sukseskan Vaksinasi, Bupati Tuban: Kita Jemput Bola ke Tempat Strategis

Khoirul Anam - detikNews
Minggu, 11 Jul 2021 13:04 WIB
Bupati Tuban Aditya Halindra
Foto: Pemkab Tuban
Jakarta -

Golkar Jawa Timur menggelar diskusi virtual bareng kader-kader yang saat ini sedang menjabat dalam pemerintahan baik level provinsi maupun kabupaten. Dalam Diskusi MIllenial Seri 1 ini menghadirkan Bupati Tuban 2021-2024 Aditya Halindra Faridzky, Anggota DPRD Jatim sekaligus Ketua DPD AMPI Jatim Pranaya Yudha Mahardika, serta Ketua DPD Golkar Sidoarjo yang juga Anggota DPRD Jatim Adam Rusydi.

Acara yang dipandu Jenna Sarita ini mengangkat tema 'Pemimpin Muda Bergulat dengan Corona'. Diskusi ini banyak mengulas bagaimana para pemimpin milenial kader Golkar ini menjabat di saat Corona sedang mengalami peningkatan di hampir seluruh Jawa Timur.

Aditya Halindra atau yang akrab dipanggil Mas Lindra ini diresmi dilantik Gubernur Khofifah pada 20 Juni 2021. Ia mengaku langsung tancap gas berkoordinasi serta menggerakkan dengan seluruh stakeholder di Kabupaten Tuban untuk bersama menanggulangi covid-19.

"Tantangan sebagai Bupati yang baru menjabat saa ini pastinya adalah peningkatan Covid-19 di Kabupaten Tuban. Saya langsung koordinasi dan kolaborasi dengan semua pihak, khususnya TNI/POlri," tutur Lindra, dalam keterangan tertulis, Minggu (11/7/2021)

Lindra juga mengungkapkan, dalam program vaksinasi, pemerintah Kabupaten Tuban langsung berkoordinasi dengan 328 desa/kelurahan untuk melakukan vaksinasi di beberapa titik yang disepakati bersama. Menurutnya, kolaborasi ini semakin mempermudah dalam pemberian vaksin kepada masyarakat.

"Vaksinasi dulunya hanya berkonsentrasi di kota saja, sekarang kami berkoordinasi dengan pemerintahan desa, kita jemput bola kita taruh di tempat strategis. Antusiasme masyarakat menjadi luar biasa," ungkap Lindra.

Ia menilai komunikasi yang dibangun bersama TNI/Polri cukup baik. TNI/Polri, kata dia, sangat mendukung program percepatan vaksinasi di seluruh wilayah Kabupaten Tuban.

"Polres dan Kodim sangat mendukung program vaksinasi. Jika vaksin kami habis, maka Polda dan Pangdam segera menurunkan jatah mereka untuk diberikan di balai desa dan daerah yang terjadi rawan COVID-nya," ungkap mantan anggota DPRD Jatim tersebut.

Adapun pada Selasa (13/7) pemerintah Kabupaten Tuban akan melaksanakan gerakan 50.000 swab antigen. Kegiatan tersebut rencananya tersebar di seluruh Kabupaten Tuban.

"Pada Selasa nanti bersama Gubernur, Polda, dan Pangdam, kami akan mengadakan Gerakan 50.000 swab antigen yang dilaksanakan tersebar di seluruh Kabupaten Tuban dengan titik pertama masyarakat yang keluarganya ada yang meninggal karena COVID-19, kedua masyarakat yang mobilitasnya tinggi, ketiga adalah sampling di beberapa dusun dan RT/RW sehingga akan memudahkan tracing suspect COVID-19," tambahnya.

Sementara itu, Pranaya menambahkan saat ini dirinya mendorong dinas untuk menyiapkan program setelah pandemi mulai mereda, yaitu kebangkitan ekonomi masyarakat.

"Kami menyiapkan program-program yang nantinya setelah pandemi mulai menurun, kita bisa membangun lagi, semisal program kredit murah atau dana bergulir, insentif pajak sehingga ekonomi bisa berjalan kembali," ungkap ketua DPD AMPI tersebut.

Di sisi lain, Adam Rusdy juga menyoroti perihal banyaknya berita hoaks yang menghambat vaksinasi di masyarakat. Ia meminta pemerintah untuk menggencarkan sosialisasi vaksin untuk mengimbangi berita hoaks yang ada di masyarakat.

"Dalam penanggulangan COVID-19 ini, pemerintah perlu menggencarkan sosialisasi ini semakin gencar kita melakukan sosialisasi akan bisa mematahkan berita hoaks tentang vaksinasi," tutup Anggota DPRD Jatim tersebut.

Simak juga 'Antusias Warga Hadiri Vaksinasi di Citalang Purwakarta':

[Gambas:Video 20detik]



(akn/ega)