Catut RS-Klinik, Pemalsu Surat Swab PCR Sudah Layani Ratusan Orang

Yogi Ernes - detikNews
Jumat, 09 Jul 2021 18:37 WIB
Polda Metro Jaya tangkap pelaku pemalsuan swab pcr
Polda Metro Jaya menangkap pelaku pemalsuan swab PCR. (Yogi/detikcom)
Jakarta -

Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya membongkar praktik pemalsuan surat swab PCR dan sertifikat vaksinasi di Jakarta. Para pelaku sudah melayani ratusan orang sejak Maret 2021.

"Sejak bulan Maret lalu mereka beroperasi. Ada sekitar 97 orang sampai ratusan mereka sudah menjual surat keterangan palsu ini," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (9/7/2021).

Keempat pelaku tersebut berinisial ESVD, BS, AR, dan satu pelaku di bawah umur. Sementara itu, satu pelaku lain masih dalam pengejaran.

Dalam menjalankan aksinya, para pelaku mematok harga murah untuk selembar surat keterangan swab dan vaksinasi palsu. Swab PCR yang umumnya Rp 700 hingga Rp 1 juta, ditawarkan dengan harga Rp 100 ribu saja.

"Pemasaran ini di media sosial yang ada, di media sosial mereka masing-masing. (Biaya) untuk swab antigen itu dijual dengan harga Rp 60 ribu, kemudian PCR dihargai Rp 100 ribu, dan untuk kartu vaksinasi ini dihargai Rp 100 ribu," jelas Yusri.

Yusri menambahkan para pelaku memalsukan surat swab dari rumah sakit dan klinik. Para pelaku mengeluarkan surat keterangan hasil swab negatif.

"Surat palsu yang dikeluarkan para pelaku, contoh satu pelaku yang anak di bawah umur ini, surat hasil PCR misalnya dia palsukan dengan Rumah Sakit Siloam. Hasil PCR yang Siloam itu, itu yang kemudian dimodifikasi kemudian itu yang dipalsukan," jelas Yusri.

"Kemudian juga ada yang dari Mayapada Hospital. Ada swab antigen dari Klinik Kimia Farma dia bisa bikin dan juga ada kartu vaksinasi seperti ini dari Kemenkes. Ini saya tegaskan palsu," tambahnya.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat memastikan keempat tersangka ini tidak memiliki kerja sama dengan Kemenkes. Para konsumen layanan ini pun tahu surat yang dikeluarkan palsu.

Para calon pengguna hanya tinggal memesan melalui media sosial pelaku. Para pelaku dengan keahliannya nantinya akan mengeluarkan surat tersebut menyerupai surat asli yang dikeluarkan oleh rumah sakit.

"Jadi kalau tadi pertanyaannya apakah ada kerja sama dari pemalsuan ini dengan dinas yang terkait? Saya jawab tidak ada. Ini hanya membuat surat keterangan hasil PCR yang rata-rata pesannya negatif," ungkap Tubagus.

Para pelaku kini telah dilakukan penahanan di Polda Metro Jaya. Keempat tersangka dijerat dengan Pasal 263, 266, dan 268 KUHP tentang pemalsuan dokumen.

(ygs/mea)