Edy-Bobby Sempat Beda dengan Pusat, Kini Medan Jadi Zona PPKM Darurat

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 09 Jul 2021 18:07 WIB
Bobby Nasution (masker hitam)-Edy Rahmayadi (kemeja putih)-(dok. Istimewa)
Bobby Nasution (masker hitam)-Edy Rahmayadi (kemeja putih) (dok. Istimewa)

Keduanya kemudian bertemu pada Kamis (8/7/2021). Mereka membahas level situasi Corona di Medan. Edy menyinggung level situasi Corona di Medan seharusnya berada pada level 3, bukan level 4.

"Setelah saya pelajari, Kota Medan tidak di level 4, harusnya dia di level 3," ujarnya.

"Kenapa itu perlu kita sampaikan, karena tindakan pada level 4, level 3, level 2, level 1 itu berbeda. Pemberlakuan kerja di kantor juga berbeda. Untuk itu juga harus kita pastikan," sambung Edy.

Medan Zona PPKM Darurat

Sehari berselang, pemerintah pusat menetapkan Medan sebagai wilayah yang melaksanakan PPKM darurat. Hal itu diumumkan oleh Edy Rahmayadi didampingi Bobby Nasution usai mengikuti rapat virtual persoalan PPKM bersama Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto. Edy awalnya mengatakan pembahasan dalam rapat itu adalah klasifikasi daerah penyebaran Corona.

"Yang dibicarakan adalah antisipasi yang disampaikan oleh pusat ada yang masuk klasifikasi, itu level 4. Di Sumatera Utara adalah Kota Medan," ucap Edy didampingi Wali Kota Medan Bobby Nasution serta Kapolda Sumut dan Kasdam I/BB di Aula Tengku Rizal Nurdin, Medan, Jumat (9/7/2021).

Edy mengatakan rapat tersebut juga membahas langkah antisipasi penyebaran virus Corona varian Delta di Medan. Salah satunya penerapan PPKM darurat di Kota Medan.

"Untuk mengantisipasi ini, kenapa dia penyebarannya-penularannya COVID-19 varian Delta, untuk penyebarannya seribu berbanding satu dengan varian yang Wuhan kemarin. Sehingga kecepatan penularan varian ini agar terhindar seperti di Jawa dan Bali," tutur Edy.

"Untuk itu, ada tindakan khusus akan dikeluarkan dari Jakarta untuk dilakukan penyekatan yang disebut PPKM darurat," tambahnya.

Selain Medan, pemerintah juga menerapkan PPKM darurat di 14 kabupaten/kota lainnya. Penerapan PPKM darurat di luar Jawa dan Bali ini dilakukan setelah ada peningkatan signifikan kasus Corona.


(haf/idh)