Beda Edy-Bobby dan Pemerintah Pusat soal Kondisi Corona di Medan

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 08 Jul 2021 12:09 WIB
Zona Merah Corona Jawa Barat Ada Di Mana Saja? Ini Sebarannya
Ilustrasi Corona (Edi Wahyono/detikcom)
Medan -

Data yang disampaikan pemerintah pusat soal penyebaran Corona atau COVID-19 di Medan berbeda dengan yang disampaikan Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi dan Walkot Medan Bobby Nasution. Edy dan Bobby kompak menyampaikan kondisi di Medan tak seperti data dari pusat.

Kondisi penyebaran Corona di Medan dan Sibolga awalnya disampaikan oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers virtual, Rabu (7/7/2021). Dia mengatakan kasus aktif di luar Jawa terjadi kenaikan hingga 34 persen dengan kenaikan bervariasi. Pemerintah kemudian menetapkan 43 kabupaten/kota di luar Jawa dan Bali dilakukan pengetatan PPKM mikro.

"Kasus aktif di luar Jawa itu terjadi kenaikan 34 persen dari mulai Aceh sampai Sumatera Utara. Ada kenaikan bervariasi. Yang di-highlight mulai Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Maluku, NTT, Papua, Papua Barat yang kenaikannya relatif tinggi," kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

"Pemerintah telah menegaskan tanggal 6 sampai 20 dilakukan pengetatan. Dalam pengetatan itu dengan asesmen yang ketat, asesmen tingkat 4, telah ditetapkan 43 kabupaten/kota dilakukan pengetatan," sambungnya.

Dari 43 daerah yang disebut Airlangga itu, dua di antaranya berada di Sumatera Utara. Kedua daerah itu adalah Medan dan Sibolga.

Selain itu, dalam data situasi pandemi COVID-19 di luar Jawa-Bali yang ditampilkan Airlangga, pada 1 Juli lalu sebanyak 30 kabupaten/kota di 16 provinsi masuk level 4, kemudian pada 5 Juli naik menjadi 43 kabupaten/kota di 20 provinsi yang masuk level 4.

Oleh karena itu, pemerintah menerapkan aturan pengetatan PPKM mikro. Pengetatan ini berlaku untuk kabupaten/kota yang berada di semua daerah, termasuk level 4 guna mencegah naiknya kasus Corona.

"Seluruh kegiatan di level 4 adalah dihentikan," tutur Airlangga.

Menko Perekonomian Airlangga HartartoMenko Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto: dok. Kemenko Perekonomian)

Airlangga mengatakan pemerintah mewajibkan perusahaan melakukan work from home 75 persen. Tamu di restoran yang datang di atas pukul 17.00 WIB tidak boleh makan di tempat.

Selain itu, pelaksanaan kegiatan ibadah pada level 4 ditiadakan sementara waktu, untuk zona di luar zona 4 diminta tetap menerapkan prokes sesuai arahan Kemenag. Kemudian untuk pusat perbelanjaan mal, jam operasionalnya dibatasi sampai pukul 17.00 dengan kapasitas maksimal 25 persen.

Kondisi COVID-19 di Medan Versi Edy-Bobby

Gubsu Edy Rahmayadi memperpanjang aturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro. Dalam aturan ini, pelaksanaan ibadah di masjid yang berada di wilayah Kota Medan dan Kota Sibolga, yang disebut pusat masuk level 4, ditiadakan sementara.

Dilihat detikcom pada Rabu (7/7/2021), aturan itu tertuang dalam Instruksi Gubsu Nomor 188.54/26/INST/2021. Instruksi itu diteken Gubsu Edy Rahmayadi pada 5 Juli 2021.

Dalam instruksi ini, Kota Medan dan Kota Sibolga disebut masuk level 4 sesuai hasil asesmen. Ada aturan khusus terhadap dua daerah ini.

Medan dan Sibolga disebut masuk level 4 karena ada lebih 30 orang per 100 ribu penduduk dalam satu minggu dirawat di rumah sakit (RS) karena COVID-19. Kemudian ada lebih dari 5 kasus kematian per 100 ribu penduduk dan lebih dari 150 kasus aktif per 100 ribu penduduk dalam rentang 2 minggu. Nah, kegiatan di tempat ibadah pada dua daerah ini ditiadakan sementara waktu.

"Pelaksanaan kegiatan ibadah (pada tempat ibadah di masjid, musala, gereja, pura, dan vihara serta tempat ibadah lainnya) ditiadakan untuk sementara waktu sampai wilayah dimaksud dinyatakan aman berdasarkan penetapan pemerintah daerah setempat dan lebih mengoptimalkan ibadah di rumah," tulis isi instruksi poin ke sepuluh huruf g.

Walkot Medan Bobby kemudian merespons instruksi itu. Dia mengatakan warga di Medan masih boleh beribadah ke masjid atau tempat ibadah lainnya.

"Kami sampaikan dari kemarin Kota Medan kita percaya hari ini, sejauh ini masih aman untuk kegiatan ibadah," kata Bobby di kantor Wali Kota Medan, Rabu (7/7).

Dia hanya meminta kegiatan keagamaan yang mengumpulkan massa dalam jumlah besar tidak digelar di tempat ibadah, antara lain salat Idul Adha berjemaah dan lainnya.

"Nanti kita bentar lagi akan sama-sama melaksanakan Idul Adha, kegiatan-kegiatan besar keagamaan ini tidak dilakukan di lingkungan masjid ataupun di lapangan-lapangan terbuka. Nah ini hari ini yang kita terapkan seperti itu," ujar Bobby.

Bobby pun menegaskan salat berjemaah di masjid masih diperbolehkan asalkan tetap menjaga protokol kesehatan. Bobby meminta agar peran kewilayahan terus ditingkatkan.

"Boleh, asal protokol kesehatan. Ada beberapa masjid yang sudah menerapkan dan ada beberapa juga yang belum. Ini yang perlu saya sampaikan tadi, peran kewilayahan. Karena kita punya 1.115 masjid. Itu baru masjid, itu kalau kita Salat Jumat di masjid pastinya, belum lagi di musala. Di musala walaupun tidak mengadakan Salat Jumat tapi salat berjamaah lain magrib ataupun subuh yang biasanya agak tinggi nah ini juga perlu pengawasan. Oleh karena itu peran kewilayahan ini akan kita minta lebih aktif lagi," katanya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya