Simpan Kokain-Hasis Senilai Rp 1,5 M, WN Jerman di Bali Terancam Hukum Mati

Sui Suadnyana - detikNews
Jumat, 09 Jul 2021 16:15 WIB
WN Jerman di Bali terancam hukuman mati akibat menyimpan kokain dan hasis ganja senilai Rp 1,5 miliar. (dok Istimewa)
WN Jerman di Bali terancam hukuman mati akibat menyimpan kokain dan hasis ganja senilai Rp 1,5 miliar. (dok Istimewa)
Denpasar -

Warga negara asing (WNA) berkebangsaan Jerman di Bali berinisial ABL (35) ditangkap oleh Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Badung. ABL ditangkap lantaran menyimpan narkotika jenis kokain seberat 282,01 gram dan hasis 1,10 gram senilai Rp 1,5 miliar.

"Di mana barang bukti ini bila diuangkan mungkin ini sekitar Rp 1,5 miliar dan ini bila dipaketkan, ini kuranglebih bisa digunakan oleh 600 orang. Inilah tangkapan terbesar dalam sejarah penangkapan bandar narkoba untuk Polda Bali untuk barang bukti kokain," kata Kapolres Badung AKPB Roby Septiadi dalam rekaman video yang diterima detikcom, Jumat (9/7/2021).

Roby mengatakan modus operandi WNA tersebut adalah menyimpan, memakai, sekaligus menjual dan mengantar narkotika. WNA tersebut ditangkap setelah polisi mendapatkan informasi dari masyarakat terkait penyalahgunaan narkotika di sebuah vila di Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung.

Tim Satres Narkoba Polres Badung lalu menyelidiki kasus tersebut selama sebulan. Pada Senin (5/7) pukul 22.15 Wita, polisi mengamankan seorang laki-laki yang mengaku berinisial ABL.

"Selanjutnya tim opsnal melakukan penggeledahan badan dan di area vila, di dalam kamar ABL ditemukan 53 paket klip berisi serbuk putih yang diduga narkotika jenis kokain dan 1 buah plastik yang diduga berisi narkotika jenis hasis (resin ganja)," katanya.

"ABL membenarkan barang tersebut adalah benar narkotika jenis kokain dan hasis miliknya dan tidak ada izin dari pihak berwenang," imbuh Roby.

Pada Selasa (6/7) pukul 18.55 Wita, tim opsnal kembali menggeledah tempat tinggal tersebut. Polisi menemukan kantong kertas warna biru yang di dalamnya berisi 56 paket yang diduga berisi narkotika jenis kokain.

"Dari hasil interogasi tersangka mengaku bahwa barang tersebut adalah miliknya. Selanjutnya tim opsnal membawa tersangka ABL dan 56 paket yang diduga berisi narkotika jenis kokain ke Polres Badung untuk diproses lebih lanjut," papar Roby.

Atas perbuatannya itu, WNA Jerman tersebut dijerat pasal berlapis. Pertama, yakni Pasal 111 ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara paling singkat 4 tahun paling lama 12 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800 juta dan paling banyak Rp 8 miliar. Kemudian Pasal 112 ayat (2) di UU Narkotika dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 dengan ancaman denda yang sama.

Selain itu, ia diganjar dengan Pasal 114 ayat (2) UU Narkotika dengan ancaman pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda maksimum Rp 13 milyar. Terakhir ia juga disangkakan Pasal 131 UU Narkotika dengan ancaman pidana penjara paling lama 1 tahun atau pidana denda paling banyak Rp 50 juta.

(jbr/jbr)